Kamis, 15 Mei 2014

Rangkaian Kata selama USM STIS Tahap I Tahun 2014 di UBHARA Surabaya



Hari ini terasa begitu cepat datang. Hari dimana aku harus berperang melawan kertas-kertas diam tak berdaya namun mempunyai efek yang sangat besar jika bisa menaklukkan lembaran kertas tipis itu. Malam ini, tidurku tidak terlalu nyenyak. Apakah aku tegang?kurasa tidak. Entah mengapa 2 malam terakhir ini aku susah tidur, yaa mungkin karena hari ini. Terdengar alam membangunkan umat manusia untuk melaksanakan shalat Subuh. Dalam rasa dingin dan lapar, aku dan dua temanku bergegas menuju tempat panggilan alam saat pagi hari. Waktu kami tidak banyak, kami harus sesegera mungkin merapikan diri, sarapan, dll. Kami bertiga hanya sarapan mie instan (mi Sedaap goreng 2 bungkus). Disepiring bertiga itu aku hanya makan 1 sendok (dikit banget kan) takut pas jalan ke Ubhara muntah (karena kalau pagi aku pasti ngerasain yang namanya “neg”, Dari pagi aku udah minim Sprite jadi yaa mudah-mudahan nggak ngrusak suasana). Sekitar pukul 06.00 WIB kami berangkat menuju UBHARA (Universitas Bhayangkara Surabaya) 

denah ruang
melewati gang sempit, ilalang, rel kereta api (serasa ikut petualangan Si Bolang), dan tentunya menyeberang jalanan ramai yang susah dihentikan. Apalagi pas aku mencet lampu lalu lintas warnya nggak hijau-hijau. Aduh, bikin panik aja, di seberang jalan juga ada yang mau nyebrang, mencet – mencet sama-sama nggak nyalanya. Trus aku minta bantuan anak perempuan di sebelah yang nunggu angkot untuk mencetin, eh ternyata udah nyala hijau (rada malu deh sama mbaknya). Perjalanan dari tempat kos (Jalan Jemur Wonosari Gg. Masjid) memakan ± 10 menit. Kami berjalan melewati POLDA JATIM, UINSA, dan akhirnya sampai di tempat tujuan, yakni UBHARA. Sama seperti waktu kami kesini kemarin, di halaman depan hanya terpampang denah lokasi. Aku menuju ruangan dimana yang tertera dengan nomor ujianku yakni di Gedung Fakultas Ekonomi II ruang B11. Ternyata di dalam area kampus sudah banyak calon stastisti dan pengawas yang sudah bersiap di depan ruang. Aku ikut kedua temanku untuk melihat ruangan mereka di Gedung fakultas Ekonomi III ruang C11.



Setelah itu kami mencari tempat duduk disekitar sana. Tidak sampai 5 menit, kami sudah disuruh untuk masuk ke ruangan. Wow, masuk ruangan pukul 06.15 WIB, padahal para calon statisti wajib di lokasi pukul 07.00 WIB. Tapi tak apalah biar bisa merasakan hawa ruangan biar akrab dulu. Saya memasuki ruangan dengan terlebih dahulu meyerahkan KTPUM (Kartu Tanda Peserta Ujian Masuk) kepada pengawas perempuan dan diarahkan ke tempat duduk saya oleh pengawas laki-laki. Pengawasnya tidak terlalu galak, OK OK saja kok, santai.....Meskipun kami sudah ada di ruangan kami masih bisa membaca buku catatan, buka hp (dikit-dikit meski diliatin mulu), minum, BAK (karena selama ujian kita tidak boleh keluar ruangan, kalo ke luar ya...dianggap sudah selesai dan tidak boleh membawa naskah soal). Hanya beberapa anak yang datang, lama-lama penuh juga sih....Nah, pas pesertanya berdatangan ada satu orang yang wajahnya aku kenal tapi nggak berani aku sapa takut salah orang (kalo malu nggak konsen ngerjain). Wajah familiar itu sepertinya Wulan teman 1 SMP. Yaa.....salah satunya nggak akrab jadi ya nggak berani nyapa. Tepat pukul 07.00 Ada sambutan dari kepala BPS Jatim dan dari situlah saya tahu bahwa yang tes di Surabaya ada ± 3.000 peserta !!!. Belum lagi seluruh Indonesia yang jumlahnya 25.458 peserta, saya tahu info ini dari Twitter. Padahal yang dimbil di tahap I itu hanya ± 2.000 peserta dan itu dari seluruh Indonesia dan tidak ada kuota daerah. Nahh.....kebayang deh susahnya Tahap I ini. Karena banyaknya peserta itu, pastilah ada yang nervous buat ikutan ini. Banyakin do’a dan menenangkan jiwa, raga, dan pikiran apalagi kalo udah masuk ruangan. Kalau aku sih yaa.....pasrah aja. Setelah itu dibacakan tata tertib peserta ujian. Hp dinonaktifkan dan tas harus ditaruh di depan ruang kelas. Pengawas berkeliling mengecek keabsahan peserta yang mengikuti ujian, dan mengedarkan daftar absensi. Waktu itu aku sempat nggak ngisi 1 kertas absensi. Pas aku tanda tangan aku lihat di daftar bawah ada nama “Ulfa Wulandari” apa iya itu orangnya, aduh tetep takut salah. Setelah aku tanda tangan 2X aku kasih daftar absensi ke anak dibelakangku, pas lihat di mejaku kok masih ada satu daftar absensi lagi, nggak pikir panjang langsung aku kasih lagi ke anak dibelakangku. Tapi, trus aku nngerasa nggak enak sendiri kepikiran barusan, kayaknya kertas yang aku kasih tadi cuma 2 bendel tapi kok masih ketinggalan satu lagi terus begitu sampai akhirnya aku putuskan untuk tanya ke pengawas daripada nanti pas ujian namaku dipanggil karena belum tanda tangan. Nah......ternyata benar, ternyata daftar absensinya itu 3 bendel.....alamak !! untung tanya, meski akhirnya rada malu. Tapi nggak malu-malu banget soalnya peserta lain nggak peduli, nggak noleh, nggak ngeliatin, cuek pokoknya lah. Lalu soal dibagikan oleh pengawas sesuai dengan nomor ujian di soal dengan nomor ujian peserta dan soalnya diletakkan di bawah kursi masing-masing peserta.
















Hanya memandang dengan penuh harap ke amplop berisi berkas soal itu. Tepat pukul 07.30 WIB peserta boleh membuka amplop tersebut (membuka dokumen rahasia yang lemnya lekaaaat banget, jadi aku tusuk ujungnya pake pensil daripada ngulitin kertas yang susah dibuka) trus ngisi LJK dengan dipandu oleh pengawas (perempuan) dan memastikan LJK nya itu baik (hampir sempurna lah) dan nomor ujian yang ada di pojok kiri atas sama dengan nomor ujian kita. Udah ngisi LJK saatnya mengecek kelengkapan naskah soal. Aku ngitung halamannya sambil ngintip-ngintip di amplop takut ditegur takut tahu soalnya trus nggak konsen ngerjainnya. Jadi, lebih baik tahu soal pas waktu ngerjainnya biar nggak terlalu frustasi. Waktu mengerjakan pun dimulai. 90 menit pertama untuk Matematika 60 soal, 60 menit kemudian Bahasa Inggris 60 soal, 60 menit terakhir Pengetahuan Umum (aku kaget pas denger IPU nya 60 menit, padahal tahun-tahun sebelumnya kan Cuma 45 menit, pasti soalnya susah nih) dan kalau waktu mengerjakan sudah habis ya sudah nggak boleh ngerjain lagi. Hebatnya, dua pengawas ini menurut aku kompak. 1 duduk di depan dan satunya lagi di belakang jalan terus (kayak orang bingung yang di drama tv) begitu terus, gantian sampai ujian selesai nggak kayak pengawas UN. Selama mengerjakan itu yaa gimana yaa namanya juga tes. Lagi-lagi pesertanya dominan cuek, pas itu ada 1 peserta di ruanganku yang minta tisu ke pengawas trus dikasih aku lihat di ujung jari telunjukknya kok ada darah, yaa aku kira itu kena rautan eh ternyata dia mimisan......Cuma ada beberapa peserta yang ngliat mungkin merasa kasihan atau apa aku nggak ngerti kalau aku sih penasaran sambil gerakin leher capek nunduk terus. Akhirnya 3,5 jam berlalu saatnya LJK diambil dan kami bersiap keluar ruangan (mengambil tas di depan kelas dan merapikan perlengkapan tes juga mengambil tempelan nomor ujian di bangku, aku bawa pulang aja buat kenangan dan ada bahan untuk diposting disini). (Keluar ruangan sambil mengaktifkan Hp) Waaaaaaaaa banyak buanget manusianya mau keluar. Bikin tambah pusing apalagi nyari teman-temanku ini. Aku cuma berdiri di depan ruang B11 menanti kedatangan kawan-kawanku yang udah aku sms biar keluar. Eh yang ini langsung nongol bikin kaget saking banyaknya orang sampai nggak ngenalin (gilang). Menit-menit berlalu nggak sepi-sepi tuh jalanan, akhirnya pada nongol (Dwi Putri, Akhib, Putri Dewi). Trus lanjut ke gerbang Ubhara dan menjalankan rencana yang tidak terduga, yakni jalan-jalan ke Royal (idenya muncul pas mb. Ike nawarin ke Royal dan akhib setuju, kalo aku sih setuju banget....pengen main biar ilang tuh suasana yang tadi mana capek duduk lagi).