Senin, 01 April 2013

Sakit Hatiku di Akhir Bulan

saya seorang remaja desa yang pendiam. Sehari-hari penampilan saya seperti apa adanya. Tidak berlebihan, sama sekali tidak wawwww. Penampilan saya sangat sederhana dibanding teman-teman saya di kelas. Seolah-olah saya hanya bagian kecil yang sudah tidak diperlukan lagi. Mereka sering mengolok - olok penampilan saya yang sangat-sangat biasa. Seragam biasa, berkerudung ala kadarnya. Hanya sebuah jarum pentul dan sebuah pin adiwiyata. Sebenarnya, pin adiwiyata itu wajib dipakai oleh semua siswa. Namun lambat laun kewajiban itu sirna. Para siswa sudah malu mengenakan itu lagi. Mereka beralih ke bros-bros cantik nan unik. Saya juga ingin memakainya , tapi saya bingung. Haruskah saya melepas kewajiban atas dasar malu karena di sekolah sudah banyak siswa yang tidak memakainya. Atau tetap memakainya karena jabatan saya sebagai sekretaris di organisasi inti sekolah?. Akhirnya saya putuskan untuk tetap memakainya. Saya tetap bertahan memakainya walaupun sering diolok-olok karena tidak mengikuti mreka. Guru-guru pun semakin membbbiarkan muridnya melepas itu yang sebelumnya sudah menjadi kewajiban. Selama liburan, saya biasa membuat hasta karya. Kali ini saya ingin membuuat clay lagi. Sewaktu SMP saya sudah pernah membuatnya. Tapi sekarang ingin membuat yang berbeda. Saya ingin melepas kewajiban memakai pin itu. Tapi, apalah daya. Saya sibuk belajar untuk persiapan mengikuti OSK Astronomi 2013. Tahun kemarin saya gagal di OSK juga. Di hari masuk sekolah setlah UAS klas XII sementara saya memakai bros paling mungil yang ada di rumah. Sampai di kelas, teman-teman saya tidak membicarakan saya lagi. Mungkin saja mereka membicarakannya di belakang saya. Itu saya bilang karena mereka sering melihat saya di hari itu. Beberapa hari berlalu. Suatu ketika saat saya mengikuti rapat mingguan saya sempat dipermalukan di depan forum oleh teman saya. Sesaat sebelum rapat mingguan belum dimulai, saya dan pengurus oraganisasi lainnya diminta berkumpul. Saat itu pula saya melihat teman saya, timbullah perasaan tak enak. Semakin lama perasaan saya semakin tak enak. Puncaknya yakni saat di tengah-tengah rapat. Teman saya sedang bermain plastisin. Tiba-tiba mendekat pada saya dan meletakkan hasil karyanya yang "jorok" di meja saya. Betapa saya tidak ditertawakan oleh seluruh siswa yang hadir pada saat itu. Sebelum mereka semua menertwakan saya, memang saya tertawa duluan tanpa melihat "itu". Selanjutnya saat semua tertawa, saya hanya memandang ke mata teman saya yang memimpin rapat. Akhirnya replika benda jorok itu diambil oleh teman saya. Saya ingin menangis saat itu juga. Rasa malu yang teramat sangat itu saya mmbuat saya sakit hati apalagi saat suasana hening di ruang rapat yang menyebalkan itu. Ktika rapat berakhir, teman saya juga tidak meminta maaf pada saya. Memang pada rapat itu pengurus inti oraganisasi tidak diperbolehkan pulang terlebih dahulu. Pada saat itu saya berusaha tidak mengingatkan 8 teman saya untuk kejadian tadi. Saya tidak ingin dipermalukan untuk kedua kalinya. Ketika pulang, karena sangat sakit hati sampai-sampai saya mempunyai niat jelk. Niat saya yaitu tidak memaafkan dia sebelum dia meminta maaf pada saya di depan para siswa yang hadir pada saat itu.

30 Maret 2013