Senin, 28 November 2011

Mencoba Software Asynx Planetarium

Tautan


Ada satu lagi software astronomi yang patut dicoba bagi para astronom, ialah Asynx Planetarium. Mungkin kebanyakan penyuka astronomi lebih mengenal software astronomi dengan tampilan realtime dan realistis semacam Stellarium.Dengan software semacam Stellarium kita dimudahkan menggeser-geser hingga menzoom in langit untuk mendapatkan tampilan yang dikehendaki. Tentu karena software semacam itu memang bertujuan mensimulasikan langit agar penggunanya lebih leluasa menjelajah sudut-sudut langit.


Namun, jangan bayangkan software Asynx Planetarium akan seperti itu. Asynx Planetarium lebih mirip dengan peta bintang diatas kertas. Kita hanya dapat mensetting lokasi dan waktu pengamatan dan tak akan bisa mempermainkan peta bintang itu. Kendali kita ya mungkin hanya bisa mengklik obyek hingga muncul keterangannya. Eits, tapi tunggu dulu, jangan lantas mencap jelek Asynx Planetarium. Perlu diketahui, Asynx Planetarium menyediakan 3 tampilan yang akan sangat membantu. Berikut rinciannya:

Tampilan Horizontal


Tampilannya bagai peta bintang diatas kertas. Meski begitu, jika kita mengklik satu obyek, informasi yang disediakan cukup lengkap dan akurat.

Tampilan Geocentric


Tampilan ini menunjukkan bagaimana obyek-obyek mengitari Bumi dalam gerakan semunya. Selain itu tampilannya didukung dengan koordinat ekuatorial, dimana vertikal nampak deklinasi dan horisontal nampak asensiorekta. Tampilan ini akan mempermudah siapa saja yang ingin memahami bagaimana koordinat ekuatorial itu.

Tampilan Heliocentric


Tampilan ini memperlihatkan bagaimana planet-planet mengelilingi Matahari secara nyata. Nyata dalam artian posisi yang ditampilkan akan bersesuaian dengan posisi di antariksa sebenarnya. Tampilan ini akan membantu kita memprediksi kapan kira-kira terjadi konjungsi, oposisi, elogasi maksimum dan lainnya dari suatu planet.

Nah, menarik bukan? Bagi yang berminat segera mendownload di http://www.asynx-planetarium.com/ dan install di komputer atau laptop kesayangan. Sebelum memulai jangan lupa mensetting lokasi pengamatan. Secara manual dapat dengan mengklik titik-titik di sebelah kanan lokasi defaut. Setelah muncul cendela setting lokasi, masukkan nilai longitude, latitude, dan time zone lokasi pengamatan. Dapat dilihat gambar berikut:

Tautan

Selamat mencoba, silahkan bertanya bila ada sesuatu yang tak dimengerti atau salah.

Diambil dari http://www.kalenderastronomi.com/2010/11/mencoba-software-asynx-planetarium.html

Kalender Astronomi Tahun 2011

Gerhana Bulan, salah satu peristiwa astronomis tahun 2011

Berikut ini merupakan kalender astronomi tahun 2011, yaitu daftar peristiwa astronomis yang akan terjadi selama tahun 2011. Semua peristiwa kami muat berdasarkan informasi di internet dan pengamatan langsung dari beberapa software astronomi. Kami juga akan terus memberi informasi lebih lengkap dan akurat untuk beberapa peristiwa astronomis yang akan terjadi.

Catatan: Tulisan berwarna biru berarti tidak dapat diamati di Indonesia, sedangkan tulisan berwarna hijau tidak dapat diamati dengan mata telanjang. Jika tulisan berwarna hitam berarti dapat diamati di Indonesia dengan mata telanjang.

Januari 2011
3 – 4 Januari : Puncak Hujan Meteor Quadrantids
Hujan meteor Quadrantids tahun ini diperkirakan akan menampak sekitar 40 meteor per jam pada saat puncaknya. Dapat disaksikan sejak tanggal 1 sampai 5 Januari 2011. Pengamatan terbaik ketika lepas tengah malam dengan mengamati rasi Bootes diarah timur.
4 Januari : Gerhana Matahari Parsial
Gerhana matahari parsial akan terjadi di sebagian besar wilayah Afrika utara, Eropa, dan Asia.
4 Januari : Bulan Baru
5 Januari : Venus Elogasi Maksimum
Venus akan berada pada posisi tertingginya di langit menjelang matahari terbit. Kenali planet Venus sebagai bintang paling cemerlang di langit timur menjelang matahari terbit.
19 Januari : Bulan Purnama

Februari 2011
3 Februari : Bulan Baru
18 Februari : Bulan Purnama

Maret 2011
4 Maret : Bulan Baru
19 Maret : Bulan Purnama
20 Maret : Vernal Equinox
Matahari akan singgah sejenak tepat di ekuator dalam perjalanan semu menuju langit utara. Pada waktu seperti ini, lama waktu siang dan malam di seluruh muka Bumi akan sama panjang. Di Indonesia, peristiwa ini menandai dimulainya musim kemarau.

April 2011
3 April : Bulan Baru
3 April : Oposisi Saturnus
Saturnus berada pada posisi terdekatnya dengan Bumi. Saturnus juga akan nampak sepanjang malam dan terlihat bagai bintang putih terang.
18 April : Bulan Purnama
21 – 22 April : Puncak Hujan Meteor Lyrids
Dari konstelasi Lyra diperkirakan akan bermunculan meteor dengan itensitas 20 meteor per jam. Hujan meteor ini akan terlihat sejak 16–25 April. Konstelasi Lyra sendiri dapat ditemukan di arah utara menjelang matahari terbit.

Mei 2011
3 Mei : Bulan Baru
5 – 6 Mei : Puncak Hujan Meteor Eta Aquarids
Masih dalam skala normal, menghasilkan sekitar 10 meteor per jam. Observasi dapat dimulai sejak 4–7 Mei dari konstelasi Aquarius.
10 Mei : Puncak Konjungsi Tiga Planet
Bagaimana jika planet Merkurius, Venus dan Jupiter berada pada posisi berdekatan? Jika penasaran, tunggulah sejenak sebelum matahari terbit, maka kita akan mendapati segitiga planet dihiasi corak fajar.
17 Mei : Bulan Purnama
28 Mei : Istiwa A’dhom
Peristiwa dimana matahari transit atau tepat berada di atas ka’bah. Peristiwa ini dapat difungsikan untuk meluruskan arah kiblat bagi kaum muslim. Peristiwa ini akan terulang pada tanggal 16 Juli 2011.

Juni 2011
1 Juni : Bulan Baru
1 Juni : Gerhana Matahari Parsial
Gerhana matahari parsial akan terlihat di sebagian besar Asia Timur, Alaska, Kanada bagian utara, dan Greenland.
15 Juni : Bulan Purnama
15 Juni : Gerhana Bulan Total
Gerhana bulan total akan terlihat di sebagian besar Amerika Selatan, Eropa, Afrika, Asia, Australia termasuk seluruh daerah di Indonesia. Puncak gerhana di Indonesia akan berlangsung sekitar pukul 03.00 WIB.
21 Juni : The Summer Solstice
Matahari berada pada titik paling utara. waktu siang akan paling lama dibanding waktu malam di belahan bumi utara, begitu juga sebaliknya pada belahan bumi selatan

Juli 2011
1 Juli : Bulan Baru
1 Juli : Gerhana Matahari Parsial
Gerhana Matahari sebagian ini akan terlihat di lepas pantai Antartika.
15 Juli : Bulan Purnama
28 – 29 Juli : Puncak Hujan Meteor Southern Delta Aquarids
Setidaknya akan nampak sekitar 20 meteor per jam sewaktu puncaknya. Meteor ini dapat diamati sejak 18 Juli – 18 Agustus pada konstelasi Aquarius.
30 Juli : Bulan Baru

Agustus 2011
12-13 Agustus : Puncak Hujan Meteor Perseids
Dapat diamati sejak 23 Juli sampai 22 Agustus. Pada saat puncaknya diperkirakan akan terlihat sekitar 60 meteor per jam dimana pusat hujannya adalah rasi perseus. Rasi Perseus sendiri akan tepat berada di meridian langit utara saat puncak hujan meteor ini tiba.
13 Agustus : Bulan Purnama
22 Agustus : Oposisi Neptunus
Neptunus, kembaran planet Uranus ini akan berada pada posisi terdekatnya dengan Bumi. Meski ada pada puncak paling cemerlang, planet ini hanya dapat diamati dengan alat bantu seperti teleskop.
29 Agustus : Bulan Baru

September 2011
23 September : Autumnal Equinox
Matahari kembali menuju langit selatan dan mampir sejenak tepat di ekuator. Seluruh wilayah di muka Bumi akan memiliki panjang waktu yang sama antara siang dan malam. Peristiwa ini juga menandakan datangnya musim penghujan di Indonesia.
25 September : Oposisi Uranus
Seakan menyusul sahabatnya Neptunus, planet Uranus pun akan berada pada posisi terdekatnya dengan Bumi. Meski berada pada kecerlangan maksimum, akan sulit mengamatinya dengan mata telanjang.
27 September : Bulan Baru

Oktober 2011
8 Oktober : Badai Meteor Draconids
Mungkin inilah peristiwa astronomis paling menarik sepanjang tahun 2011. Saat puncaknya, diperkirakan akan nampak ratusan hingga ribuan meteor per jam, begitu melimpah. Untuk saat ini, kami belum dapat memberi kabar mendetail tentang waktu puncaknya, bagaimana mengamatinya dan apa-apa saja dampak yang mungkin ditimbulkan.
12 Oktober : Bulan Purnama
21 - 22 Oktober : Puncak Hujan Meteor Orionids
Dari konstelasi paling dikenal, Orion. Diperkiraklan akan nampak sekitar 20 meteor per jam. Dapat diamati sejak tanggal 17 sampai 25 Oktober saat rasi Orion berada di langit timur selepas tengah malam.
26 Oktober : Bulan Baru
29 Oktober : Oposisi Jupiter
Jupiter berada pada jarak terdekat dengan Bumi. Akan bagai bintang putih terang yang terlihat sepanjang malam. Cukup melihat langit malam, maka akan segera terlihat satu bintang yang jauh lebih terang dibanding bintang lainnya, dialah planet Jupiter.

November 2011
10 November : Bulan Purnama
17 - 18 November : Puncak Hujan Meteor Leonids
Sang rasi Leo akan menghibur pecinta langit dengan sekitar 40 meteor per jamnya. Bangunlah dini hari dan menghadaplah ke rasi Leo di langit timur.
25 November : Bulan Baru
25 November : Gerhana Matahari Parsial
Dapat teramati di sebagian besar Antartika, Afrika Selatan dan Tasmania.

Desember 2011
10 Desember : Bulan Purnama
10 Desember : Gerhana Bulan Total
Terlihat pada sebagian Eropa, Afrika Selatan, Asia temasuk Indonesia, Samudera Pasifik dan Amerika Selatan.
13-14 Desember : Puncak Hujan Meteor Geminids
Berradian atau berpusat pada konstelasi Gemini akan melesat sekitar 60 meteor per jam sewaktu puncaknya tiba. Dapat diamati sejak 6 sampai 19 Desember.
21 Desember : The Winter Solstice
Matahari berada pada langit paling selatan. Waktu siang akan paling lama dibanding waktu malam di belahan bumi selatan, begitu juga sebaliknya pada belahan bumi utara.
24 Desember : Bulan Baru

Semoga dengan adanya kalender astronomi 2011 akan membantu anda agar tidak terlewatkan peristiwa astronomis menarik dan berguna selama tahun 2011.

Diambil dari "Kelender Astronomi" http://www.kalenderastronomi.com/2010/11/kalender-astronomi-tahun-2011.html#more

Hujan Meteor Lyrids Tahun 2011


Wah musim hujan sudah mulai meninggalkan kita, dan musim kemarau telah menanti, musim dimana para pecinta langit malam berbintang akan berpesta. Di awal musim kemarau ini, kita akan disambut oleh hujan meteor Lyrid temen-temen.

Hujan meteor yang mempunyai titik koordinat di sekitar rasi Lyra ini berasal dari sisa material komet Thatcer. Hujan meteor ini terjadi secara periodik setiap tahun dan umumnya terjadi dari tanggal 16 sampai 26 april, serta puncaknya pada tanggal 21-22 April.
Nah pada waktu puncak inilah yang biasanya menjadi buruan kita, itu karena pada saat puncak hujan meteor, intensitas atau jumlah meteor yang memasuki atmosfer bumi mengalami peningkatan hingga yang terbanyak, jadi peluang kita untuk melihat keindahan goresan-goresan indah meteor ini semakin meningkat.

Mungkin hujan meteor Lyrid tahun 2011 ini tidak semeriah hujan meteor Lyrid tahun 1922 yang mencapai 180-300 meteor per menit, atau tahun 1982 yang mencapai 90 meteor per jam, diperkirakan tahun ini hanya 15 meteor per jam kawan.. fase bulan saat puncak hujan meteor juga tidak mendukung, jadi sinar bulannya masih sangat terang sehingga sinar meteor dapat terkalahkan oleh sinar bulan tersebut. Namun ini adalah tantangan, tantangan bagi para pecinta langit untuk berburu meteor langka ini.

Hmmm.. yang menjadi maslah sekarang, temen-temen binggung letak rasi Lyra?
Baiklah, sini ku tunjukan..
Pada tanggal 21 april 2011, Rasi Lyra terbit sekitar pukul 23.00 di horizon timur laut, namun posisi ini biasanya kurang bisa dijangkau oleh kita, karena mungkin tertutup pepohonan atau bangunan-bangunan lain, lha kalau efektifnya yaitu pukul 2.00 dini hari, inilah cara mencari rasi Lyra:
· Hadapkan badan ke arah timur.
· Lihatlah bintang terang di timur sedikit ke kiri, itu adalah bintang altair di rasi Aquila.
· Setelah itu, geser pandangan hingga ke arah timur laut dan jika temen-temen melihat bintang terang berwarna putih, itulah bintang Vega, bintang yang merupakan alpalyr di rasi Lyra.
· Nah, sekarang pusatkan pandangan temen-temen di sekitar bintang vega atau rasi lyra itu.
Jika beruntung temen-temen akan melihat pertunjukan luar biasa di langit hitam nan indah..

Semoga langit berpihak kepada kita..
Happy skygazing temen-temen..

Diambil dari "Kalender Astronomi" http://www.kalenderastronomi.com/2011/04/hujan-meteor-lyrids-2011.html

Kalender Astronomi: Gerhana Bulan Total 10 Desember 2011

Kalender Astronomi: Gerhana Bulan Total 10 Desember 2011: Gerhana Bulan Berlatar Rasi Taurus. Sumber: Stellarium Gerhana Bulan terjadi saat Matahari-Bumi-Bulan berada dalam satu garis lurus. Kea...

Gerhana Bulan Total 10 Desember 2011


Gerhana Bulan Berlatar Rasi Taurus. Sumber: Stellarium


Gerhana Bulan terjadi saat Matahari-Bumi-Bulan berada dalam satu garis lurus. Keadaan itu menyebabkan sinar Matahari yang seharusnya menyinari Bulan tersabotase oleh Bumi. Dengan kata lain, Bumi menghalangi Matahari untuk menyinari Bulan. Gerhana Bulan Total sendiri terjadi ketika seluruh penampang Bulan tertutupi oleh bayangan Bumi, lebih tepatnya oleh bayangan umbra Bumi.

Umbra dan Penumbra. Sumber: Sky & Telescope
Umbra adalah bayangan pusat atau inti yang gelap. Selain umbra ada pula Penumbra yang merupakan bayangan kabur di sekitar umbra.

Meskipun Bulan memasuki bayangan umbra yang gelap, Bulan akan tetap terlihat karena atmosfer Bumi merefraksikan sinar Matahari. Itulah pebabkan Bulan nampak suram berwarna merah kehitaman saat gerhana berlangsung.

Setelah disuguhkan keindahan gerhana bulan total 16 Juni 2011 silam, diperkirakan keindahan itu akan berulang kembali pada 10 Desember 2011 mendatang. Saat itu Bulan sedang berada di rasi Taurus di langit sebelah timur.

Gerhana Bulan Total kedua tahun ini berdurasi fase gerhana total 51 menit 8 detik, fase kontak umbra 3 jam 32 menit 15 detik, dan fase kontak penumbra 5 jam 56 menit 21 detik.

Berikut rincian lengkap mengenai sistematik dan waktu tiap fase terjadinya gerhana bulan total 10 Desember 2011:
  • Penumbra 1 (P1) pukul 18:33 WIB
Bulan mulai masuk ke penumbra, Bulan meredup - gerhana dimulai.
  • Umbra 1 (U1) pukul 19:45 WIB
Bulan mulai memasuki umbra, bentuk Bulan berubah sabit - gerhana bulan sebagian dimulai.
  • Umbra 2 (U2) pukul 21:06 WIB
Seluruh bagian Bulan memasuki umbra, Bulan melegam - gerhana bulan total dimulai.
  • Puncak Gerhana Bulan Total pukul 21:31 WIB
Puncak gerhana bulan total, puncak bulan fase purnama.
  • Umbra 3 (U3) pukul 21:57 WIB
Bulan mulai keluar dari umbra, Bulan kembali nampak - gerhana bulan total selesai.
  • Umbra 4 (U4) pukul 23:17 WIB
Seluruh bagian Bulan keluar dari umbra, Bulan kembali purnama - gerhana bulan sebagian selesai.
  • Penumbra 2 (P2) pukul 00:29 WIB
Bulan keluar dari penumbra, Bulan kembali terang - gerhana bulan selesai.

Negara-negara beruntung yang dapat menyaksikan keseluruhan fase dari gerhana bulan total kali ini adalah Rusia, Mongolia, China, Nepal, Bhutan, Bangladesh, Myanmar, Thailand, Laos, Kamboja, Vietnam, Malaysia, Singapura, Filipina, Hongkong, Taiwan, Korea Utara, Korea Selatan, Jepang, Indonesia, Papua Nugini, dan Autralia. Itu artinya seluruh bagian Indonesia -baik barat, tengah, maupun timur- dapat mengamati fase Gerhana Bulan Total secara lengkap.

Selain negara-negara diatas, sebagaian besar negara di Eropa, Afrika, dan Amerika Utara pun dapat mengamati gerhana ini. Namun, tidak semua fase gerhana dapat diamati dari sana.


Peta daerah yang dilewati GBT 10 Desember 2011. Sumber: Wikipedia

Seperti GBT sebelumnya, pengamatan dapat dilakukan dengan atau tanpa alat bantu. Pengamatan pun dianjurkan di tempat minim polusi cahaya dengan medan pandang langsung mengarah ke Bulan tanpa tertutupi apapun.

Data Teknis:
Matahari
Asensiorekta: 17h08m35s
Deklinasi: -22°53'44"
Magnitudo: -26.78
Diameter sudut: 32'29"
Jarak dari Bumi: 0.98 AU
Bulan
Asensiorekta: 5h09m58s
Deklinasi: -22°55'38"
Magnitudo: 1.1
Diameter sudut: 30'25"
Jarak dari Bumi:0.0026 AU


Diambil dari "Kalender Astronomi" http://www.kalenderastronomi.com/2011/11/gerhana-bulan-total-10-desember-2011.html