Rabu, 21 Desember 2011

Lubang Hitam Paling Mungil Ditemukan


Yunanto Wiji Utomo | Benny N Joewono | Selasa, 20 Desember 2011 | 21:04 WIB

NASA Lubang Hitam Paling Mungil


WASHINGTON, KOMPAS.com - Penemuan lubang hitam biasanya selalu identik dengan ukuran besar, menegaskan bahwa kekuatan lubang hitam untuk menghisap apapun yang ada tak terkecuali cahaya.

Namun, kini astronom menemukan lubang hitam paling mungil, yang berukuran 3 kali lebih kecil dari Matahari.

Lubang hitam paling mungil itu ditemukan di sistem yang bernama IGR J17091-3624. Lubang hitam tersebut berjarak 16.000 - 65.000 tahun cahaya dengan 1 tahun cahaya sama dengan 10 triliun kilometer.

Bagaimana menemukan lubang hitam terkecil ini? Astronom memakai Rossi X-ray Timing Explorer (RXTE) milik NASA.

Wahana antariksa itu mendeteksi keberadaan lubang hitam dengan melihat "detak jantung"-nya. Detak jantung merujuk pada gambaran sinar X yang dipancarkan dari lubang hitam.

Astronom menjelaskan, IGR J17091-3624 memiliki lubang hitam dengan satu bintang terdekat. Massa gas dari bintang itu "mengalir" ke lubang hitam, terpanaskan hingga jutaan derajat Celsius dan akhirnya mengemisikan sinar X.

Pancaran sinar X ketika dicitrakan membentuk grafik serupa detak jantung manusia.Seperti diuraikan oleh Space, Jumat (16/12/2011), grafik itu merupakan tanda adanya lubang hitam.

Sebelumnya, observasi di sistem GRS 1915+105 juga menghasilkan temuan serupa. Lubang hitam di sistem tersebut memiliki massa besar, mencapai 14 kali Matahari.

Astronom menjelaskan, sinar X yang dilihat di GRS 1915+105 sangat terang, bertahan hingga berjam-jam. Sebaliknya, sinar X yang dilihat di IGR J17091-3624 20 kali lebih kecil.

Tomaso Belloni dari Observatorium Brera, Italia, yang terlibat penelitian ini mengatakan bahwa hal itu ]bisa berkaitan dengan kecilnya ukuran lubang hitam.

Penemuan ini dipublikasikan di Astrophysical Journal Letters yang terbit 4 November 2011 lalu.


Diambil dari : Kompas.com

Bulan 'Berduet' dengan Dua Planet Malam Ini


Yunanto Wiji Utomo | Glori K. Wadrianto | Senin, 19 Desember 2011 | 13:05 WIB

Stellarium Bulan tampak berduet dengan Mars dan Saturnus, Selasa (20/12/2011) dini hari.

JAKARTA, KOMPAS.com - Malam ini, Bulan muda akan berduet dengan dua planet, Mars dan Saturnus. Indonesia berpeluang menyaksikannya jika langit cerah. Bulan akan tampak sebagai sabit warna putih, Mars akan tampak kemerahan dan Saturnus akan tampak sebagai titik cahaya kecil. Ketiganya akan terbit dari ufuk timur. Mars akan mulai terlihat sejak Senin (19/11/2011) pukul 23.20 WIB. Sementara itu, Saturnus akan mulai terlihgat Selasa (20/11/2011) dini hari sekitar pukul 02.00 WIB.

Waktu terbaik untuk melihat duet Bulan dengan dua planet itu adalah sekitar pukul 02.30 dengan melihat ke arah timur atas. Mars akan tampak paling tinggi, diikuti dengan Bulan dan Saturnus. Untuk melihatnya, akan lebih baik menggunakan teleskop. Mars menyala merah dengan magnitud 0,44. Sementara itu, saturnus tampak lebih redup dengan magnitud 1,30.

Cobalah mencari lokasi yang cukup gelap, minim polusi cahaya, sehingga pengamatan bisa maksimal. Dengan teleskop, cincin seksi di Saturnus mungkin juga bisa terlihat. Tampaknya dua planet itu malam ini bukan yang pertama. Saturnus dan Mars telah bisa dinikmati sejak terjadinya Gerhana Bulan Total pada Sabtu (10/12/2011) lalu.

Yang menarik, kian hari, Mars akan tampak kian terang. Planet ini akan terus bergerak mendekati Bumi sekitar 1.370.000 kilometer lebih dekat per hari. Jadi, Mars juga masih bisa disaksikan esok malam. Puncaknya 5 Maret 2012 mendatang, Mars mencapai jarak terdekatnya dengan Bumi. Saat itu, Mars akan tampak dengan magnitud -1,23, jauh lebih terang dari malam ini. Selain itu, Mars juga sudah terbit sejak pukul 19.30.

Sembari menunggu momen istimewa itu, saksikan dulu duet Bulan, Mars dan Saturnus. Jika beruntung melihat, satu lagi planet, Merkurius, akan menyemarakkan duet saat terbit pukul 04.00 WIB.

Siap menyaksikannya?

Diambil dari : Kompas.com

Komet Lovejoy Selamat dari Api Matahari


| A. Wisnubrata | Jumat, 16 Desember 2011 | 17:27 WIB

NASA Citra komet Lovejoy seperti diambil wahana antariksa Solar Terrestrial Relations Observatory (STEREO).


KOMPAS.com — Lovejoy, sebuah komet yang belum lama ditemukan, ternyata selamat dari penerjunan bunuh diri melintasi atmosfer Matahari yang amat panas pagi tadi, Jumat (16/12/2011). Demikian menurut para ilmuwan NASA.

Komet Lovejoy menerobos korona Matahari sekitar pukul 07.00 WIB, pada jarak 140.000 kilometer dari permukaan Matahari. Suhu di korona bisa mencapai 1,1 juta derajat celsius sehingga kebanyakan peneliti awalnya meyakini batu es pengembara itu bakal hancur lebur.

Akan tetapi, Lovejoy terbukti cukup kuat menghadapi panas. Sebuah video yang diambil oleh wahana Observatorium Dinamika Matahari (SDO) milik NASA menunjukkan, obyek es tersebut muncul dari balik Matahari setelah melintasinya dan melesat ke ruang angkasa.

"Berita gembira, Lovejoy hidup! Komet Lovejoy telah selamat dalam perjalanannya melintasi Matahari dan muncul kembali di sisi lain," begitu bunyi tweet seorang peneliti SDO.

SDO adalah salah satu dari banyak instrumen yang digunakan para ilmuwan untuk mengawasi Lovejoy dalam lawatannya ke Matahari. Para peneliti awalnya ingin merekam dan mempelajari kematian sebuah komet karena menabrak bintang, yakni Matahari.

"Ini kesempatan yang sangat langka untuk mengamati penguapan menyeluruh dari sebuah komet yang relatif besar, dan kami memiliki 18 instrumen terpasang pada lima satelit untuk menelitinya," ujar Karl Battams, seorang ilmuwan di Laboratorium Riset Angkatan Laut di Washington, di situs Sungrazing Komet, sebelum Lovejoy mendekati Matahari.

Battams mengelola situs yang dikhususkan untuk membahas komet Lovejoy. Komet itu sendiri ditemukan oleh dua wahana yang berbeda: Solar Terrestrial Relations Observatory NASA (STEREO) dan Solar and Heliospheric Observatory (SOHO), yang dioperasikan bersama oleh NASA dan Badan Antariksa Eropa (ESA).

Battams sendiri menyambut berita selamatnya Lovejoy dengan terkejut sekaligus senang. "Saya menduga ekor debunya akan bertahan hidup (walau hanya selama beberapa jam) sebelum memudar, tapi bukan intinya!" ujarnya.

Lovejoy memiliki inti selebar sekitar 200 meter, dan masuk dalam kelas komet yang dikenal sebagai Sungrazers Kreutz, atau komet-komet yang orbitnya sangat dekat dengan Matahari.

Semua komet Sungrazers Kreutz diyakini sebagai sisa-sisa dari sebuah komet raksasa tunggal yang pecah beberapa abad lalu. Mereka dinamai menurut astronom Jerman abad ke-19, Heinrich Kreutz, yang pertama kali menunjukkan bahwa komet-komet tersebut memiliki "hubungan darah".

Banyak komet diketahui bunuh diri dengan menabrak Matahari, tetapi umumnya mereka tidak menunjukkan tanda-tanda akan terjun ke sana. Itulah yang membuat para ilmuwan begitu bersemangat tentang Lovejoy karena komet ini menunjukkan tanda hendak menerjang Matahari. Astronom amatir Australia, Terry Lovejoy, menemukan komet itu pada 27 November lalu, yang memberikan banyak waktu bagi peneliti untuk memetakan gerakannya.


Diambil dari : Kompas.com

Sebuah Komet Mati Menabrak Matahari Besok Pagi


Yunanto Wiji Utomo | A. Wisnubrata | Kamis, 15 Desember 2011 | 10:10 WIB

NASA Citra komet Lovejoy seperti diambil wahana antariksa Solar Terrestrial Relations Observatory (STEREO).

JAKARTA, KOMPAS.com — Sebuah komet seukuran Gelora Bung Karno akan menabrak Matahari, Jumat (16/12/2011) pagi besok. Komet tersebut bernama Lovejoy atau dalam astronomi juga dikenal dengan C/2011 W3.

Lovejoy dikatakan menabrak karena melintas di jarak yang sangat dekat dengan Matahari, hanya 131.000 kilometer. Pada jarak tersebut, Lovejoy sebenarnya sudah memasuki atmosfer Matahari.

Apa akibat dari tabrakan tersebut? Akankah kita kehilangan Matahari yang menjadi sumber kehidupan? Tidak juga. Lovejoy terlalu kecil untuk membunuh Matahari. Justru, Lovejoy-lah yang akan mati dalam tabrakan itu.

Bagaimana bisa? Panas Matahari akan melelehkan semua es di komet dan bahan lain yang membeku. Perbedaan paparan sinar Matahari di satu tempat dan yang lain menyebabkan pemuaian tidak seragam. Komet akan retak dan musnah dengan cepat besok.

Situs Space.com dalam publikasinya, Rabu (14/12/2011), menyatakan, tabrakan antara Lovejoy dan Matahari akan terjadi sekitar pukul 07.00, Jumat.

Astronom Ma'rufin Sudibyo mengatakan, komet akan lebih aktif ketika memasuki wilayah dekat Matahari. Es dan senyawa beku lain yang terdapat pada komet akan menguap membentuk gas.

Gas yang terbentuk akan mengalir keluar membentuk ekor dan atmosfer komet. Semburan gas akan membawa debu dan tanah liat komet, membentuk atmosfer dan ekor komet.

Saat mendekati Matahari, Lovejoy pun akan mengalami hal yang sama. Ketika di atmosfer, komet memantulkan sinar Matahari, maka di situlah keindahan bisa disaksikan.

"Bahkan, prediksi memperlihatkan komet ini berpotensi menjadi komet paling terang pada 2011, yang kecemerlangannya menyamai Planet Venus di kala senja atau fajar atau lebih," tutur Ma'rufin di akun Facebook-nya.

"Bahkan, tak menutup kemungkinan komet ini bakal seterang bulan purnama sehingga pada puncaknya, komet ini berpotensi menjadi benda langit paling terang relatif yang kedua di tata surya setelah Matahari," lanjutnya.

Meski terang, pengamatan komet ini takkan mudah dilakukan. Pertama karena halangan cahaya Matahari yang tak kalah terang. Kedua, diperlukan peralatan khusus untuk melihat jelas tanpa merusak pandangan.

Pengamatan dengan teropong memungkinkan untuk melihat bagaimana komet ini menabrak Matahari. Namun, jika pemakaiannya tak hati-hati akan berbahaya bagi mata. Sangat disarankan mengamati dengan yang sudah berpengalaman.

"Paling aman dalam situasi seperti ini, ya, blokirlah posisi Matahari dengan penutup tertentu, lantas amati dengan mata tanpa alat," urai Ma'rufin.

Yang paling mudah dan tak berbahaya adalah mengamati lewat internet. Cara ini memuaskan sebab saat ini ada satelit pemantau Matahari, contohnya Soho (Solar and Heliospheric Observatory).

Untuk melakukannya, bisa dibuka laman tentang Soho di website NASA. Komet telah muncul sejak 14 Desember 2011 pukul 15.30.

Komet Lovejoy ditemukan astronom asal Australia, Terry Lovejoy, pada 27 November 2011. Umur komet dihitung dari sejak tanggal penemuan sampai tanggal kematian sangat pendek, cuma 20 hari.

Lovejoy unik karena orbitnya yang ekstrem lonjong. Akibatnya, beda titik terdekat dan terjauhnya dengan Matahari sangat jauh. Titik terdekat ialah 0,83 juta km, titik terjauh 16,500 km, tiga kali lebih jauh daripada jarak Matahari-Pluto.

Keunikan lain, komposisi komet mirip batu apung, antara lain debu, es, tanah liat, dan senyawa mudah menguap, seperti CO2, metana, dan amoniak. "Jika kota meletakkan komet Lovejoy ini di samudra secara hati-hati, ia bakal mengapung!"

Tabrakan Lovejoy dengan Matahari takkan menimbulkan dampak besar baik bagi Matahari maupun Bumi. Ukuran Lovejoy terlalu kecil untuk menimbulkan dampak besar bagi Matahari.

Namun, jika diandaikan Lovejoy menumbuk Bumi, kerusakan besar akan terjadi. Bencana yang memusnahkan dinosaurus 65 juta tahun silam bisa terulang, menumpas mayoritas makhluk hidup yang ada.

Tabrakan komet dengan Matahari bukan sebuah peristiwa aneh, tetapi cukup jarang terjadi. Peristiwa ini dinanti tidak hanya oleh seorang amatir, tetapi juga astronom profesional.


Diambil dari ; Kompas.com

Usaha Terakhir Selamatkan Phobos-Grunt


Dahono Fitrianto | Robert Adhi Ksp | Selasa, 13 Desember 2011 | 10:35 WIB
enterprisemission.com Wahana luar angkasa Phobos-Grunt milik Rusia


MOSKWA, KOMPAS.com - Badan Luar Angkasa Eropa (ESA) akan mencoba dua kali lagi untuk mengontak wahana luar angkasa Phobos-Grunt milik Rusia, hari Selasa (13/12/2011) ini, sebagai usaha terakhir untuk menyelamatkan pesawat yang gagal menempuh perjalanan ke Phobos—salah satu satelit alam Planet Mars, itu.

Kepala kantor ESA di Moskwa, Rusia, Rene Pichel, mengatakan, sebuah stasiun pemantau ESA, Maspalomas, di Gran Canaria, Canary Islands, akan mencoba mengontak wahana luar angkasa tersebut menggunakan antena berdiameter 15 meter miliknya. "Kami akan mencoba dua kali lagi hari Selasa ini atas permintaan pihak Rusia," tutur Pichel seperti dikutip kantor berita RIA Novosti.

Pihak ESA sudah terlibat dalam pencarian dan usaha penyelamatan Phobos-Ground sejak wahana itu gagal menyalakan mesinnya sendiri dan tersangkut di orbit Bumi setelah diluncurkan, 9 November lalu. Wahana ini dirancang untuk melakukan perjalanan menuju Phobos, mengambil sampel tanah dan batuan di sana, kemudian pulang kembali ke Bumi.

Pesawat luar angkasa itu diperkirakan akan jatuh ke Bumi, 9 Januari mendatang. Kepala Badan Luar Angkasa Federal Rusia Roscosmos Vladimir Popovkin mengatakan, wahana itu akan pecah dan meledak saat proses masuk kembali (re-entry) ke atmosfer Bumi sehingga tidak akan ada bagian pesawat yang jatuh ke permukaan Bumi, termasuk 7,5 ton bahan bakar yang tersimpan dalam sebuah tanki aluminium.

Para pakar luar angkasa Rusia sebelumnya dikabarkan masih berusaha mengontak pesawat itu untuk menyalakan mesin-mesinnya, guna menunda kejatuhannya ke Bumi.

Diambil dari : Kompas.com

Senin, 12 Desember 2011

Awan, Hujan dan Meteor Geminids Tahun 2011



Tik.. tik.. tik.. bunyi hujan diatas genting ..
Airnya turun.. tidak terkira ..
Cobalah tengok.. dahan dan ranting ..
Pohon dan kebun basah semua ..



Teringat kembali pada sebait lagu semasa kecil ketika menatap gerimis yang berubah jadi hujan. Seakan tetes-tetes air dari langit yang temaram telah meresonansikan ingatan dimasa lalu.

Dimusim hujan seperti ini pula lah, melihat satu saja bintang di antara mega-mega awan di waktu malam menjadi sesuatu yang mewah.

Namun tentu saja bukan hanya bintang yang akan menjadi begitu mewah ketika musim hujan, namun juga meteor.

Tiba di akhir tahun, kabarnya hujan meteor geminids yang deras akan terjadi. Setidaknya 1 hingga 17 Desember hujan meteor ini sudah dapat teramati.

Dengan hipotesis asteroids 3200 Phaethon yang mengemisikan debu ketika mengorbit Matahari, maka pertanyaan asal muasal meteor geminids sedikit terjawab.

Dikatakan "Sedikit terjawab" karena debu hasil emisi tersebut diyakini terlalu sedikit untuk menghasilkan suatu hujan meteor sebesar geminids. Sehingga jawaban lain dari pertanyaan asal usul geminids masih dicari.

Terlepas bagaimana asteroids 3200 Phaethon menghasilkan banyak debu di antariksa, debu-debu tersebut sudah sejak 600 hingga 1600 tahun lalu menghiasi keindahan langit malam dengan meteor geminids yang dihasilkannya.

Rasi Gemini di Barat Menjelang Matahari Terbit

Pada tahun ini, 120-an meteor geminids diperkirakan akan berjatuhan tiap jam di waktu puncaknya pada 14 Desember dini hari nanti.

Cukup berharap awan tak terlalu tamak menguasai langit, sehingga rasi Gemini sebagai radiannya bisa terlihat di langit barat sebelum fajar dan meteor akan deras berjatuhan.

Diambil dari : Kalenderastronomi

Kalender Astronomi Tahun 2012

Transit Venus, Salah Satu Fenomena Astronomis Tahun 2012

Kiranya apa saja peristiwa atau fenomena astronomis di tahun 2012?

Tentunya para pecinta astronomi tidak ingin terlewat satu pun kejadian-kejadian menarik bahkan spektakuler di tahun 2012 hanya karena "Kekurangan informasi". Oleh karena itu, Kami berinisiatif mempublikasi tulisan "Kalender Astronomi Tahun 2012" yang dapat menjadi referensi peristiwa apa saja yang akan terjadi nanti sepanjang tahun 2012. Berikut persembahan kami, @kalender_astro ..

Catatan:
Tulisan berwarna merah berarti peristiwa tersebut tidak dapat diamati di Indonesia.
Tulisan berwarna kuning kecokelatan berarti tidak dapat diamati dengan mata langsung, sehingga diperlukan alat bantu seperti teleskop atau binokuler. Tulisan berwarna hitam berareti peristiwa tersebut bisa diamati di Indonesia tanpa alat bantu apapun.


Kalender Astronomi Tahun 2012

Januari

04 Januari 2012: Puncak Hujan Meteor Quadrantids
Pada 28 Desember 2011 hingga 12 Januari 2012 Bumi akan melintasi daerah puing-puing asteroid 2003 EH1 yang mengakibatkan terjadinya hujan meteor Quadrantids. Pada puncaknya diperkirakan 120 meteor akan jatuh tiap jamnya dengan radian rasi Bootes di timur laut waktu dini hari.
05 Januari 2012: Bumi di Perihelion
Dalam orbit berbentuk elips, Bumi akan berada pada jarak terdekatnya dengan Matahari sejauh 0.9833 AU.
09 Januari 2012: Bulan Purnama

23 Januari 2012: Bulan Baru

Februari

08 Februari 2012: Bulan Purnama

22 Februari 2012: Bulan Baru

Maret

04 Maret 2012: Oposisi Mars
Suatu konfigurasi dimana Matahari-Bumi-Mars akan berurut yang juga berarti Mars akan berada pada jarak terdekatnya (0.6741 AU) dari Bumi. Oleh karena itu saat ini adalah waktu terbaik mengamati planet "kemerah-merahan" Mars dengan atau tanpa alat bantu. Jika diamati dengan mata telanjang, Mars akan terlihat seperti bintang merah terang yang terlihat sepanjang malam.
05 Maret 2012: Merkurius Elongasi Timur
Merkurius dengan ketinggian 18.2° teramati pada langit sebelah barat saat Matahari terbenam.
08 Maret 2012: Bulan Purnama

14 Maret 2012: Konjungsi Venus dan Jupiter
Bagaimana jika 2 planet yang sama-sama terlihat bagai bintang putih terang berdampingan di langit barat waktu Matahari terbenam? Nantikan konjungsi Venus dan Jupiter yang berjarak hanya 3°.
20 Maret 2012: Maret Equinox
Matahari akan bersinar tepat di perpotongan ekliptik dan ekuator dimana seluruh belahan Bumi akan memiliki lama waktu siang dan malam hampir sama. Hari ini juga akan menjadi awal musim semi (vernal equinox) di belahan Bumi Utara dan menjadi awal musim gugur (autumnal equinox) di belahan Bumi Selatan.
22 Maret 2012: Bulan Baru

27 Maret 2012: Venus Elongasi Timur
Langit senja akan dihiasi oleh Venus sang bintang kejora dengan ketinggian 46° dari horison barat tepat ketika Matahari terbenam

April

07 April 2012: Bulan Purnama

16 April 2012: Saturnus Oposisi
Saturnus akan terlihat bagai bintang putih terang yang terlihat sepanjang malam pada jarak terdekatnya (8.7196 AU) dari Bumi. Karenanya saat ini lah waktu terbaik mengamati Saturnus dengan atau tanpa alat bantu.
18 April 2012: Merkurius Elongasi Barat
Merkurius nampak di langit timur saat matahari terbit dengan ketinggian 27.5°.
21 April 2012: Bulan Baru

22 April 2012: Hujan Meteor Lyrids
Serpihan-serpihan kecil dari komet Thatcher akan menghujam Bumi dari arah rasi Lyra di langit utara sejak 16 sampai 26 April. Ketika puncaknya nanti 22 April 2012, diperkirakan akan ada 20-an meteor yang melintas tiap jamnya. Pengamatan meteor Lyrids kali ini akan didukung langit yang gelap karena Bulan sedang dalam fase bulan baru.

Mei

05 Mei 2012: Puncak Hujan Meteor Eta Aquarids
Meteor yang berasal dari serpihan komet Halley akan terlihat antara tanggal 19 April hingga 28 Mei. Sekitar 60 meteor tiap jamnya akan berjatuhan ketika puncaknya. Sayangnya langit yang terang benderang karena Bulan purnama akan membuat meteor "Malu-malu" untuk dilihat.
06 Mei 2012: Bulan Purnama

21 Mei 2012: Bulan Baru

21 Mei 2012: Gerhana Matahari Sebagian
Suatu peristiwa dimana sebagian piringan Bulan akan menutupi sebagian piringan Matahari, sehingga Matahari akan terlihat sabit. Gerhana melintas Cina selatan, ke timur melalui Jepang, Samudera Pasifik bagian utara, dan ke Amerika Serikat bagian barat. (NASA Map and Eclipse Information)
28 Mei 2012: Istiwa' Adhom
Peristiwa dimana Matahari transit atau tepat berada di atas ka’bah. Peristiwa ini dapat difungsikan untuk meluruskan arah kiblat bagi kaum muslim. Peristiwa ini akan terulang pada tanggal 16 Juli 2011.

Juni

04 Juni 2012: Gerhana Bulan Sebagian
Sepertiga wajah Bulan akan tertutupi bayangan umbra Bumi pada pukul 16:03 WIB Peristiwa Gerhana Bulan Sebagian ini akan terlihat di sebagian besar Asia, Australia, Samudra Pasifik, dan Amerika. (NASA Map and Eclipse Information)
04 Juni 2012: Bulan Purnama

06 Juni 2012: Transit Venus
Suatu kejadian langka dimana Venus melintas di depan piringan Matahari. Teramati dari Pasifik barat, timur Asia dan Australia timur pukul 08:28 WIB. Kejadian ini terakhir teramati pada 8 Juni 2004 dan baru akan terjadi lagi pada 11 Desember 2117. Pengamatannya diharuskan menggunakan alat bantu seperti teleskop berfilter. (NASA Transit Information | NASA Transit Map)
19 Juni 2012: Bulan Baru

21 Juni 2012: Solstice Juni
Kutub Utara Bumi akan mengarah ke Matahari dengan posisi paling Utara di langit sehingga Matahari berada pada titik balik utara (Tropic of Cancer) dengan deklinasi +23,44°. Peristiwa ini menandai awal musim panas di belahan Bumi Utara dan menjadi awal musim dingin di belahan Bumi Selatan.

Juli

01 Juli 2012: Merkurius Elongasi Timur
Merkurius akan menghiasi langit senja dengan ketinggian 25.7° di ufuk barat.
04 Juli 2012: Bulan Purnama

05 Juli 2012: Bumi di Aphelion
Kebalikan dari perihelion, dimana Bumi berada pada jarak terjauh dari Matahari terhitung 1.0167 AU.
16 Juli 2012: Istiwa' Adhom
Kali kedua dalam tahun ini dimana Matahari transit atau tepat berada di atas ka’bah. Peristiwa ini dapat difungsikan untuk meluruskan arah kiblat bagi kaum muslim.
19 Juli 2012: Bulan Baru

28 Juli 2012: Puncak Hujan Meteor Southern Delta Aquarids
Kali ini rasi Aquarius menjadi radian hujan meteor yang berasal dari pecahan komet Marsden dan Kracht Sungrazing sejak 18 Juli hingga 18 Agustus. Cukup arahkan kedua mata ke langit timur waktu dini hari, 20 an meteor tiap jam diperkirakan terlihat pada puncaknya.

Agustus

02 Agustus 2012: Bulan Purnama

12 Agustus 2012: Okultasi Jupiter
Bagaimana jika Jupiter tertutupi oleh piringan Bulan untuk sejenak? Jangan lewatkan "Gerhana" Jupiter yang dapat teramati di seluruh Indonesia.

12 Agustus 2012: Puncak Hujan Meteor Perseids
Sejak 17 Juli hingga 24 Agustus sebelum fajar, rasi Perseus di langit utara menjadi pusat hujan meteor yang berasal dari serpihan komet Swift-Tuttle. Sekitar 90 meteor tiap jam diperkirakan akan melintas di langit gelap berhias Bulan sabit tatkala puncaknya selepas tengah malam hingga fajar tiba.
15 Agustus 2011: Venus Elongasi Barat
Nikmati pemandangan matahari terbit dihiasi Venus sang bintang kejora setinggi 45.8° di langit timur.
16 Agustus 2012: Merkurius Elongasi Barat
Seakan menemani Venus, Merkurius juga akan berelongasi barat dan terlihat di langit timur ketika matahari terbit dengan ketinggian 18.7°.
17 Agustus 2012: Bulan Baru

24 Agustus 2012: Oposisi Neptunus
Neptunus akan berada pada jarak terdekatnya (28.9840 AU) dari Bumi. Meski akan lebih terang di banding biasanya, namun tetap dibutuhkan alat bantu seperti teleskop untuk mengamati.
31 Agustus 2012: Bulan Purnama

September

16 September 2012: Bulan Baru

22 September 2012: Equinox September
Matahari akan bersinar tepat di perpotongan ekliptik dan ekuator. Kala itu lama waktu siang dan malam dalam waktu di seluruh dunia yang hampir sama. Hari ini juga akan menjadi awal musim gugur (autumnal equinox) di belahan Bumi Utara dan menjadi awal musim semi (vernal equinox) di belahan Bumi Selatan.
29 September 2012: Oposisi Uranus
Uranus berada pada titik terdekatnya (19.0614 AU) dari Bumi. Meski sangat redup, Uranus masih mungkin diamati tanpa alat bantu dengan langit yang sangat gelap.
30 September 2012: Bulan Purnama

Oktober

15 Oktober 2012: Bulan Baru

21 Oktober 2012: Puncak Hujan Meteor Orionids
Rasi Orion sang pemburu akan menjadi radian dari meteor Orionids sejak 15 hingga 29 Oktober. Berasal dari serpihan komet Halley, sekitar 20 meteor akan menghiasi langit pada puncaknya. Bulan fase kuartir awal memberi kesempatan untuk dilakukannya pengamatan lepas tengah malam.
27 Oktober 2012: Merkurius Elongasi Timur
Merkurius dengan tinggi 24.1° dari horison barat akan terlihat ketika Matahari terbenam.
30 Oktober 2012: Bulan Purnama

November

14 November 2012: Bulan Baru

14 November 2012: Gerhana Matahari Total
Ketika Matahari-Bulan-Bumi berada dalam satu garis lurus dan piringan Bulan lebih besar dari piringan Matahari, terjadilah suatu peristiwa Gerhana Matahari Total. Di akhir tahun 2012, peristiwa tersebut akan teramati di bagian utara Australia dan Samudra Pasifik bagian selatan dengan waktu puncaknya pada 05:12 WIB. (NASA Map and Eclipse Information)

17 November 2012: Puncak Hujan Meteor Leonids
Dini hari diarah langit timur sekitar rasi Leo terbentang puing-puing komet 55p/Tempel-Tuttle sejak 6 hingga 30 November. Kemudian puing-puing tersebut akan menghujam Bumi sebagai meteor sebanyak 15 an meteor tiap jam waktu puncaknya.
28 November 2012: Gerhana Bulan Penumbral
Seluruh bagian Bulan akan berada dalam bayangan penumbra Bumi pukul 21:32 WIB. Ketika itu Bulan akan terlihat sedikit meredup seakan tidak terjadi gerhana. Gerhana kali ini akan terlihat di sebagian besar Eropa, Timur Afrika, Asia, Australia, Samudra Pasifik, dan Amerika Utara. (NASA Map and Eclipse Information)
28 November 2012: Bulan Purnama

Desember

03 Desember 2012: Oposisi Jupiter
Planet termasif di tata surya akan berada pada jarat terdekat (4.0689 AU) dari Bumi. Saat ini lah waktu yang paling tepat mengamati Jupiter dengan atau tanpa alat bantu. Jika dilihat langsung, Jupiter akan terlihat sebagai bintang putih terang yang menghiasi langit sepanjang malam.
05 Desember 2012: Merkurius Elongasi Barat
Ketika Matahari terbit, Merkurius akan menghiasi langit timur dengan ketinggian 20.6°.
13 Desember 2012: Bulan Baru

14 Desember 2012: Puncak Hujan Meteor Geminids
Dengan hipotesis bahwa asteroids 3200 Phaethon mengemisikan debu ketika mengorbit Matahari, terjadilah hujan meteor Geminids sejak 7 hingga 17 Desember. Dari rasi Gemini, diperkirakan akan melintas 120 meteor tiap jam saat puncaknya. Fase Bulan baru kian mendukung pengamatan dengan langit yang gelap tahun ini.
21 Desember 2012: Solstice Desember
Kutub Selatan Bumi akan condong ke arah Matahari sehingga Matahari berada pada titik balik selatan (Tropic of Capricorn) dengan deklinasi -23,44°. Peristiwa ini menandai awal musim dingin (winter solstice) di belahan Bumi Utara dan awal musim panas (summer solstice) di belahan Bumi Selatan.
28 Desember 2012: Bulan Purnama

Diambil dari : Kalenderastronomi

Minggu, 11 Desember 2011

Bulan Biru Bukan Cuma Kiasan


Yunanto Wiji Utomo | Laksono Hari W | Minggu, 11 Desember 2011 | 13:10 WIB

NASA Ilustrasi Bulan Biru

JAKARTA, KOMPAS.com - Bulan Biru atau Blue Moon didefinisikan sebagai purnama kedua yang terjadi dalam satu bulan yang sama. Bulan Biru pernah terjadi pada 31 Juli 2004 dan 31 Desember 2009.

Bulan Biru biasanya terjadi setiap 2,5 tahun dan hanya sekali dalam setahun. Namun, dalam periode 19 tahun sekali, Bulan Biru bisa terjadi dua kali dalam setahun. Pada 1999, misalnya, Bulan biru terjadi pada bulan Januari dan Maret.

Terjadinya Bulan Biru berkaitan dengan lama penanggalan Masehi dan Bulan. Satu tahun dalam kalender Masehi berjumlah 365 hari, sementara dalam kalender Bulan 354 hari. Sisa hari akan diakumulasikan sehingga pada tahun tertentu akan terjadi dua purnama dalam sebulan.

Penyebab terjadinya dua kali Bulan Biru dalam setahun juga berkaitan dengan penanggalan. Sejarah mencatat, biasanya dua Blue Moon dalam setahun terjadi pada bulan Januari dan Maret.

Blue Moon dalam bulan Januari terjadi menjelang akhir bulan. Karena Februari umumnya berjumlah 28 hari, maka pada bulan itu tak ada purnama sama sekali. Purnama selanjutnya baru terjadi pada awal Maret. Blue Moon pada Maret bisa terjadi karena Maret berjumlah 31 hari.

Bulan Biru nyata

Bulan Biru biasanya dianggap sebagai kiasan karena sebenarnya bulan memang tidak tanmpak berwarna biru. Istilah Bulan Biru diberikan karena fenomena purnama dua kali dalam sebulan jarang terjadi. Meski demikian, sejarah juga mencatat bahwa Bulan Biru itu nyata. Artinya, Bulan memang tampak kebiruan.

Astronom Ma'rufin Sudibyo mengatakan, Bulan yang berwarna biru pernah terjadi pada tahun 1992, tepatnya saat terjadi gerhana Bulan 9 Desember 1992. Ma'rufin menjelaskan, sebagian kecil cakram Bulan saat gerhana tampak kebiruan. Adapun bagian lain tampak gelap, bukan kemerahan seperti biasanya.

Ia menjelaskan bahwa fenomena tersebut berkaitan dengan letusan Gunung Pinatubo. "Richard Keen, peneliti yang merekapitulasi citra Gerhana Bulan Total sejak masa Gunung Agung, mengatakan bahwa saat Gerhana Bulan total 1992 (bulan berwarna kebiruan) alasannya karena hamburan Matahari oleh ozon," jelas Ma'rufin.

Situs NASA menyebutkan bahwa Bulan yang tampak biru disebabkan oleh adanya partikel yang lebih besar dari panjang gelombang warna merah (0,7 mikron). Partikel tersebut bisa bersumber dari abu letusan gunung berapi.

Bulan Biru paling fenomenal yang tercatat sejarah terjadi saat letusan Krakatau tahun 1883. Tidak hanya saat gerhana, Bulan juga tampak kebiruan setiap malam, entah sabit, separuh, ataupun purnama.

Berdasarkan penjelasan di situs NASA, Bulan berwarna biru tersebut terjadi selama bertahun-tahun sesudah letusan. Debu letusan Krakatau mengotori atmosfer dan menyebabkan sinar putih yang biasanya diperlihatkan Bulan tampak biru.

Bulan Biru juga terjadi setelah letusan Gunung St. Helen pada 1980 dan Gunung El Chicon di Meksiko tahun 1983.

Gerhana 10 Desember dan Bulan Biru

Contoh terakhir bulan yang tampak kebiruan terjadi pada Sabtu (10/12/2011) malam, saat Gerhana Bulan Total memasuki totalitas sekitar pukul 21.07 - 21.57 WIB. Ma'rufin yang mengamati fenomena tersebut dari Gombong, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah.

Ia mengatakan bahwa Bulan yang berwarna kebiruan teramati oleh dua teleskop berbeda. Warna kebiruan cenderung menumpuk di satu titik. Berbeda dari gerhana Bulan total 1992, warna kebiruan pada gerhana kali ini dihiasi oleh warna merah pada bagian cakram Bulan yang lain.

Apa sebab Bulan yang tampak biru kali ini? Beberapa waktu lalu Gunung Merapi di Yogyakarta memang sempat meletus. Namun, Ma'rufin menguraikan bahwa warna kebiruan yang tampak tidak berkaitan dengan abu vulkanik Merapi. Buktinya, Bulan masih tampak kemerahan semalam.

Bulan dengan kelir kebiruan yang terjadi semalam tidak teramati di tempat selain Gombong. Oleh sebab itu, belum diketahui apakah fenomena tersebut lokal atau ekstraterestrial. Dengan demikian, belum tahu pasti sebab munculnya warna kebiruan.

"Itu yang masih misterius bagi saya. Satu hipotesa saat ini sih, kemungkinan itu cahaya hasil hamburan ozon," kata Ma'rufin.

Satu yang pasti, fenomena Bulan yang tampak kebiruan bukan hanya kiasan, melainkan nyata terjadi.


Diambil dari : Kompas.com

Misteri "Batik" di Mars Terungkap


Yunanto Wiji Utomo | A. Wisnubrata | Kamis, 8 Desember 2011 | 15:45 WIB

NASA Motif garis di kawah Russell, Mars.

TEXAS, KOMPAS.com — Permukaan Mars, seperti di salah satu kawah bernama Russel, memiliki permukaan yang tidak rata. Hasil pencitraan yang dilakukan menunjukkan bahwa permukaan kawah Russell mirip batik, memiliki garis-garis misterius yang proses pembentukannya belum terungkap.

Baru-baru ini, tim peneliti yang tergabung dalam Mars Global Surveyor berhasil menguraikan sebab pembentukan motif aneh di planet merah itu. Sempat dikira terbentuk oleh air, ilmuwan menjelaskan bahwa motif itu justru terbentuk oleh karbon dioksida (CO2).

Ceritanya, wilayah kutub Mars, di tempat kawah Russell berada, terdiri dari CO2 dan air. Ketika Matahari menghangatkan wilayah ini, air dan CO2 mengalami perubahan wujud yang disebut sublimasi, dari padat langsung menjadi gas tanpa melewati fase cair.

Gas akan mengangkat partikel debu yang ada di permukaan Mars, mengurangi gesekan, memungkinkan partikel debu bergerak mudah. "Gas memberikan bantalan sehingga partikel tidak terikat satu sama lain dan berhenti bergerak," kata Allan Treiman dari Lunar and Planetary Institute di Texas.

Treiman yang bekerja sama dengan Yolanda Cedillo-Flores dari Universidad Nacional Autonoma de Mexico seperti dikutip Space, Rabu (7/12/2011), mengatakan bahwa partikel debu dan pasir itulah yang membentuk motif aneh tersebut. Biasanya, pembentukan terjadi pada musim semi.

Syarat pembentukan motif aneh itu adalah suhu -78 derajat celsius. Suhu tersebut memungkinkan sedimen berada di atasnya. Sedimen akan bertindak sebagai insulator. Di zona hangat, CO2 dan air takkan tersublimasi. Namun di zona dingin, hal itu akan terjadi.

Mungkinkah motif ini terjadi di Bumi? Hal tersebut sangat jarang dijumpai. Bumi terlalu hangat dan lembab untuk memungkinkan fenomena ini terjadi. Yang mungkin terjadi adalah aliran salju bercampur gas dan debu.

Sumber :
SPACE.COM

Diambil dari : Kompas.com

Lubang Hitam Monster Ditemukan


Yunanto Wiji Utomo | Glori K. Wadrianto | Rabu, 7 Desember 2011 | 09:27 WIB

Lynette Cook Ilustrasi bintang yang bergerak di pusat galaksi yang memiliki lubang hitam supermassif.

CAPE CANAVERAL, KOMPAS.com — Tim peneliti yang dipimpin oleh astronom Universitas California, Berkeley, menemukan dua lubang hitam super besar, mengalahkan ukuran lubang hitam terbesar yang ada sekarang.

"Mereka seperti monster. Kami tidak menyangka menemukannya karena mereka lebih masif dari yang bisa diperkirakan dari karakteristik galaksinya," kata Chung Phei Ma, astrofisikawan Berkeley yang terlibat penelitian, kepada AP, Senin (6/12/2011).

Satu lubang hitam berada di galaksi NGC 3842, di kluster Leo, berjarak 320 juta tahun cahaya dari Bumi. Ukuran lubang hitam itu sekitar 9,7 juta kali massa Matahari.

Lubang hitam kedua yang ditemukan berada di galaksi NGC 4889, di kluster Coma. Berjarak 335 juta tahun cahaya dari Bumi, ukuran lubang hitam ini sekitar 10 juta kali massa Matahari.

Begitu besarnya, dua lubang hitam tersebut mengalahkan lubang hitam di galaksi elips Messier 87 yang memiliki ukuran 6,3 juta kali massa Matahari.

Sementara, menurut Nicholas McDonnel, pemimpin peneliti, dua lubang hitam terbesar yang ditemukan berukuran 2.500 kali lubang hitam di galaksi Bimasakti.

Ma menjelaskan, "Dua lubang hitam supermasif ini memiliki massa yang sama dengan quasar muda, dan mungkin merupakan missing link antara quasar dan lubang hitam supermasif yang kita lihat sekarang."

Lubang hitam adalah obyek yang punya daya tarik kuat sehingga cahaya pun tak bisa lepas darinya. Hampir setiap galaksi memiliki lubang hitam. Kuasar adalah obyek paling jauh dan paling terang di semesta.

Penemuan lubang hitam ini memberikan pertanyaan baru bagi para ilmuwan, bagaimana lubang hitam tumbuh. Ilmuwan mengatakan bahwa pertumbuhan lubang hitam mungkin dipengaruhi oleh ukuran galaksi. "Kita tahu bahwa galaksi yang besar adalah gabungan dari galaksi yang lebih kecil. Lubang hitam di pusat galaksi bisa bergabung menjadi yang lebih besar," kata ma, seperti dikutip Space.

"Tapi, lubang hitam juga bisa tumbuh besar dengan mengisap gas. Ini seperti menyatakan apakah anak tumbuh tinggi karena orangtua yang tinggi atau karena makan banyak bayam," ujar Ma.

Penelitian ini akan dipublikasikan di jurnal Nature, Kamis (8/12/2011). Ma mengatakan, penemuan lubang hitam yang lebih besar lagi masih dimungkinkan.

Sumber :
AP/SPACE.com

Diambil dari : Kompas.com

Planet Berlian, Mungkinkah Dihuni?

Yunanto Wiji Utomo | A. Wisnubrata | Jumat, 9 Desember 2011 | 13:02 WIB

ESO Ilustrasi Planet Berlian

SAN FRANCISCO, KOMPAS.com — Telah ratusan planet asing yang berhasil dikonfirmasi oleh para astronom. Yang mengejutkan, studi menunjukkan bahwa banyak planet itu kaya akan berlian sehingga disebut planet berlian.

Mungkinkah berlian tersebut digali? Mungkin saja bila teknologi untuk menuju planet itu dan menambang berliannya mendukung. Tapi yang jelas, planet ini tak bisa dihuni.

Mengapa? "Kami berpendapat bahwa planet berlian pasti adalah tempat yang sangat dingin dan gelap," kata Wendy Panero, pakar kebumian dari Ohio State University, seperti dikutip Space, Selasa (6/12/2011).

Berlian memiliki kemampuan menghantarkan panas yang tinggi. Untuk sebuah planet, hal ini merugikan karena banyak energi panas di planet itu cepat lenyap. Bagian dalam planet berlian pasti sangat dingin.

Konsekuensinya kemudian adalah planet berlian tak memiliki energi geotermal. Akibatnya, planet itu juga tak punya aktivitas tektonik, medan magnet, dan atmosfer.

Planet berlian memiliki ukuran beragam. Komposisi planet ini bisa terdiri dari 50 persen lebih berlian. Karenanya, dalam istilah astronomi, planet ini disebut carbon super earth.

Bumi juga memiliki kandungan berlian. Panero dan rekannya mempelajari lapisan mantel Bumi untuk melihat bagaimana berlian terbentuk di sana. Mereka lalu membuat simulasi pembentukan berlian di planet asing.

Cayman Unterborn, juga dari Ohio State University, mengatakan, "Adalah mungkin bagi planet dengan ukuran setara 15 kali Bumi untuk tersusun dari berlian setengahnya."

Para geolog selama ini mengatakan bahwa bagian mantel Bumi kaya akan berlian. Tetapi, berdasarkan simulasi, kekayaan di Bumi belum ada apa-apanya dengan di planet alien. Jumlah berlian di sana jauh lebih besar.

Hasil penelitian tentang planet berlian ini dipresentasikan di pertemuan American Geophysical Union yang berlangsung di San Francisco, Selasa.

Sumber :
SPACE.COM

Diambil dari Kompas.com

Tips Menghilangkan Pesan Windows Is Not Genuine Di Windows 7 genuine logo

genuine logoSebenarnya saya sudah lama sekali ingin share Tips Menghilangkan Pesan Windows Is Not Genuine Di Windows 7 ini, tapi bingung juga soalnya nggak ada komputer yang bersedia di jadikan korban. Sampai ada teman datang ke rumah katanya windows nya jadi aneh, pas saya lihat ternyata seperti yang di harapkan, windows nya terkena sidak dari microsoft (akhirnyaaa, senang di atas penderitaan orang lain,, haha).


Okeiii, langsung aja kita mulai Tips Menghilangkan Pesan Windows Is Not Genuine Di Windows 7 nya. Disini saya menggunakan tool yang bernama WGA Remover Chew v0.9.

Tampilan windows 7 yang terkena sidak bajakan microsoft (layar desktop menjadi hitam).
windows is not genuine

  1. Download tool WGA Remover Chew v0.9.
  2. Klik apply untuk memulai proses.
  3. wga remover
  4. Tunggu hingga keluar pesan instal sukses
  5. Restart (otomatis)
  6. Selesai
Hasilnya :
desktopBagaimana??? Semoga artikel ini membantu sobat blogger yang mengalami permasalahan seperti ini.
Tautan
INFO : Untuk windows XP sudah pernah saya bahas, silahkan klik disini.

Password : www.remo-xp.com
Download WGA Remover Chew v0.9 ||

Diambil dari : remo-xp

Tutorial Membuat CCTV Dengan Webcam

Sesuai dengan janji saya yang akan melanjutkan pembahasan tentang WebcamXP/Webcam 7. Pada kesempatan kali ini saya akan mencoba berbagi pengalaman bagaimana membuat kamera CCTV dengan menggunakan Webcam. Penasarankan bagimana caranya?? Cekidot,,


Oiya, disini saya yakin sobat blogger udah paham semua kan apa itu CCTV?? Pastinya dong, hehe. Oke, Jadi saya nggak usah menjelaskan lebih jauh lagi, langung keintinya aja yah. Kenapa disini saya menggunakan webcam bukan CCTV asli??

  1. CCTV itu masih mahal sob, kalau webcamkan murah meriah.
  2. Tidak membutuhkan alat tambahan lagi, beda dengan CCTV.
  3. Dan, tidak terlalu sulit untuk dicoba untuk kalangan pemula seperti saya ini.
Di atas itu bisa dikatakan kelebihan dari webcam, sedangkan untuk kekurangan webcam seperti :
  1. Jarak tidak terlalu panjang, karena menggunakan kabel USB. Mungkin max 10 M.
  2. Silahkan cari tau sendiri yah, hehehe.
Sebelum kita mencoba tutorial membuat CCTV dengan webcam, ada baiknya sobat blogger menyiapkan perlatan terlebih dahulu.
  1. Kabel USB (Max 10 Meter). Pilih yang berkualitas, jangan kabel yang nggak jelas. Sobat blogger bisa langusung bertanya ke toko komputer yang sudah anda percaya.
  2. Webcam (terserah mau berapa). Disini saya menggunakan webcam merk mediatech 5 megapixel.
  3. Software WebcamXP atau Webcam 7. (sudah pernah saya share sebelumnya).
  4. Dan yang terakhir, secangkir kopi nescafe dan sebungkus rokok. (kalau yang ini buat orang dewasa yah, anak di bawah umur dilarang keras) hehee.
Bagimana?? Sudah siap semua?? Lanjuuut,,,
  1. Cari dan tempatkan webcam pada posisi yang ingin di pantau.
  2. Hubungkan webcam dengan komputer, nanti otomatis webcam akan menginstal driver, sehingga komputer kita akan mengenali webcam tersebut.
  3. Instal aplikasi WebcamXP/Webcam 7 yang sudah saya share sebelumnya.
  4. Jalankan webcam 7 nya, tapi sebelumnya jangan lupa di aktivasi dulu yah.
  5. Klik kanan kotak putih yang ada nomernya, klik PCI/USB (WDM Driver), kemudian pilih source webcam sobat blogger. Disini webcam saya ialah USB 2.0 Camera.
  6. usb webcam
  7. Kemudian klik kembali kotak yang tadi sobat blogger klik kanan untuk melihat hasilnya.
  8. cctv 1
Bagaimana?? Untuk menambah webcam, cara yang digunakan sama.

Setting Webcam CCTV Agar Bisa Di Akses Dari Komputer Lain :
Kalau sobat blogger mempunyai hotspot di rumah, kita bisa memanfaatkan hotspot tersebut untuk memantau CCTV selama kita terhubung ke hotspot/jaringan tersebut.
  1. Di menu sebelah kiri, klik Web/Broadcast.
  2. Klik Activate.
  3. Kini kita sudah bisa melihat webcam CCTV dari media komputer, notebook ataupun hp (smartphone), dengan catatan media yang kita gunakan telah terhubung dengan jaringan.
Untuk membuktikan nya, sobat blogger bisa ketik di adress bar browser anda,
http://ipadress:8080 *ipadress di ganti dengan ip adress komputer anda
http://namakomputeranda:8080 *namakomputer di ganti dengan namakomputer komputer anda

Atau untuk lebih mudahnya, silahkan klik link sebelah kanan paling bawah di webcam 7/webcamXP. (HTTP ONLINE@Bla..blaa..bla)
Tampilan di akses dari komputer :

Tampilan CCTV bila di akses dari HP, disini saya menggunakan nokia 5800.

Ingin Design Tampilan Web CCTV nya Sendiri?? Gampang kok, pertama klik menu Tools > Generate HTML Code. Copy deh code HTML yang di hasilkan, lalu buat tampilan webnya sesuka hati. Hehehee


Oke, sampai sini dulu yah sob, nanti di lanjutkan lagi kalau ada kesempatan,, hehe
Selamat mencoba,, ||

Diambil dari : remo-xp

Sabtu, 10 Desember 2011

Photoshop Untuk Usaha – Cara Menempelkan Baju hasil design ke model


Saya akan kasih contoh adobe photoshop yang digunakan untuk usaha… banyak banget jenis usaha yang melibatkan photoshop.. menurut saya sih, semua usaha butuh photoshop hehehehe.. contohnya: pembuatan brosur, Iklan di jalan-jalan, pembuatan packaging suatu produk, photography (jelas ini mah) dan lain-lain…


Ada request tentang bagaimana cara menempelkan baju jualan nya ke seorang model dan nanti bisa digunakan sebagai alat marketing supaya produknya lebih menarik. Ini biasanya untuk jualan di facebook nih hehehe.. karena saya udah kasih tutorial cara buatnya.. jangan nge-Wall atau promosi di facebook saya lagi yah… :D awass lho!


ya udah karena udah pada gak sabar, saya mulai deh.. ( udah jangan nyengir terus.. eeeh.. masih nyengir juga..kalo masih nyengir gak jadi nih buat tutorialnya…. ehh.. bandel yah.. udah.. mingkem ah.. ! :p)


Saya punya foto dapet dari google .. yang satu modelnya dan yang satu baju nya.. sekarang saya akan kasih tau cara nya supaya baju itu dipake sama si model.. sebenernya tutorial ini persis sama dengan yang tutorial foto cinta laura ..


buka kedua foto yang mau digabung



GUnakan magic wand tool untuk menyeleksi background putih nya…


Karena warna background putih atau sama warna nya.. maka gunakan magic wand tool. karena sekali KLIK aja semua bisa terseleksi.


TIPS : untuk memfoto produk, diwajibkan background berwarna polos yang kontras dengan produknya..



sekarang klik Select > Inverse untuk menyeleksi bagian Dress nya..



Drag gambar dress yang sudah di diseleksi ke dalam gambar modelnya.



Atur Dress nya supaya pas di badan si model.. bisa diputer, di besarin, dikecilin, pokoknya musti pas di badan.



Setelah kira-kira pas dibadan, pasti nanti ada bagian model yang nongol dikit-dikit.. kita liquify aja … udah pernah kan saya kasih tutorial tentang liquify di tutorial menguruskan badan



Pindahkan cursor ke layer background lalu Klik Filter > Liquify ( Photoshop CS 3 )



Hasil setelah liquify :



Tapi tangannya gak muncul.. mustinya posisi jari tangan berada di depan dress nya.. marilah kita Edit..!


Zoom daerah tangan.. tapi sebelumnya matikan dulu layer Dress nya.



Gunakan Pen tool untuk menyeleksi jari-jari tangan nya..



Kalo sudah terseleksi, Klik kanan di jendela gambar > Make selection



Klik Edit > copy, Lalu klik edit > paste .. nanti terbentuk layer baru.. nah.. si layer baru pindahin ke atas layer Dress ..



Nyalakan lagi layer Dress nya..



Kalo ternyata masih ada warna bawaan dari jari yang belum rapi, hapus pake eraser tool



Supaya lebih keliatan Real, beri bayangan di sekitar jari nya..


buat layer baru dibawah layer jari , lalu brush dengan warna hitam … atur-atur aja gimana cara nya supaya keliatan real..



Dan hasil akhirnya adalah :



Gampang kan yah.. ?


Selamat mencoba …





Artikel Photoshop Untuk Usaha – Cara Menempelkan Baju hasil design ke model ini dipersembahkan oleh Tutorial Photoshop Gratis. Kunjungi Wallpaper, Font, Desktop Theme Gratis Pokoknya Serba Gratis. Baca Juga Adobe Photoshop Tutorials

Gerhana Bulan Total 10 Desember 2011

Bersiaplah untuk gerhana yang terakhir di tahun ini, yaitu Gerhana Bulan Total yang akan terjadi pada tanggal 10 Desember 2011. Beruntunglah kita yang ada di seluruh wilayah Indonesia karena dapat mengamati peristiwa spektakuler ini sejak awal hingga akhir.

Masih ingat dengan Gerhana Bulan Total di bulan Juni lalu? Apabila gerhana tersebut dimulai pada pukul 01.23 WITA, gerhana nanti akan dimulai lebih awal yaitu pada pukul 19.33 WITA (WIB = WITA – 1 jam, WIT = WITA + 1 jam), sehingga lebih bersahabat dibandingkan jika terjadi pada dinihari. Apalagi terjadinya di malam Minggu, tentunya tidak akan terlalu mengganggu proses belajar para siswa. Perbedaan lainnya adalah gerhana nanti akan terjadi lebih singkat dibandingkan gerhana Juni lalu. Kali ini totalitas gerhana hanya akan berlangsung selama 50 menit saja, bandingkan dengan gerhana yang terjadi pada Juni lalu yang mencapai 100 menit.

Gerhana Bulan 10 Desember 2011 (Sumber: astro.ukho.gov.uk/eclipse/)

Gerhana Bulan 10 Desember 2011 (Sumber: astro.ukho.gov.uk/eclipse/)

Tahapan yang paling menarik pada gerhana Bulan akan terjadi ketika Bulan mulai masuk ke umbra Bumi pada pukul 20.45 WITA. Sedikit demi sedikit Bulan purnama itu akan berubah menjadi Bulan sabit karena sebagian permukaannya menjadi gelap. Lalu sabitnya pun semakin lama semakin kecil/tipis. Dan ketika bayangan gelap umbra sudah mendominasi permukaan Bulan, kita akan melihat bayangan gelap tersebut berganti warna menjadi merah. Akhirnya saat tahapan totalnya terjadi, seluruh permukaan Bulan juga menjadi merah gelap. Tahapan totalitas tersebut akan dimulai pada pukul 22.06 WITA dan berakhir pada pukul 22.57 WITA. Setelah itu warna putih di Bulan akan kembali muncul perlahan hingga akhirnya Bulan menjadi purnama kembali setelah pukul 01.30 WITA.

Warna merah yang terlihat di bagian gelap Bulan tersebut berasal dari sebagian cahaya Matahari yang masih dapat menembus atmosfer Bumi. Kita tahu bahwa cahaya Matahari terdiri dari berbagai warna yang bisa dilihat di sebuah pelangi (terdiri dari mejikuhibiniu). Oleh atmosfer Bumi, seluruh cahaya tersebut tidak ada yang diteruskan kecuali warna merahnya saja dan sedikit dibelokkan sehingga mengenai permukaan Bulan. Penyebabnya adalah karena warna merah memiliki panjang gelombang yang paling panjang.

GBT 16 juni 2011 (Sumber: Planetarium Tenggarong)

GBT 16 juni 2011 (Sumber: Planetarium Tenggarong)

Kini, mari kita persiapkan pengamatannya dari sekarang. Kita harus cari tempat yang memiliki langit timur yang bebas dari halangan pepohonan, rumah, ataupun gedung. Karena saat terjadinya gerhana Bulan akan berada di langit sebelah timur setelah terbit sekitar pukul 18.00 waktu lokal. Fenomena ini tentunya dapat diamati dengan mata telanjang, tetapi wajib hukumnya menggunakan alat bantu seperti binokuler, kamera, atau teleskop jika tersedia di rumah. Terakhir, jangan lupa berharap bahwa cuaca akan cerah sepanjang malam. Selamat melakukan pengamatan! :)

TAMBAHAN:

Berikut ini adalah beberapa lokasi pengamatan gerhana Bulan Sabtu nanti:

  • Jakarta: Planetarium
  • Tenggarong: Planetarium
  • Yogyakarta: Masjid Gedhe Kauman
  • Solo: Ponpes Assalaam
  • Semarang: Masjid Agung Jawa Tengah
Poster Pengamatan Gerhana Bulan Total (Sumber: Facebook)

Poster Pengamatan Gerhana Bulan Total (Sumber: Facebook)

Berikut lokasi-lokasi pengamatan Gerhana Bulan Total yang akan disiarkan melalui streaming:

1. Observatorium Bosscha – Lembang, Bandung
2. LAPAN, Yogyakarta
3. BMKG Kemayoran, Jakarta
4. Universitas Pendidikan Indonesia, Bandung
5. Universitas Mataram, NTB
6. RHI Yogyakarta
7. Univ. Islam Sultan Syarif Kasim, Riau
Sumber: Kominfo

Gerhana Bulan Total 10 Desember 2011

Bersiaplah untuk gerhana yang terakhir di tahun ini, yaitu Gerhana Bulan Total yang akan terjadi pada tanggal 10 Desember 2011. Beruntunglah kita yang ada di seluruh wilayah Indonesia karena dapat mengamati peristiwa spektakuler ini sejak awal hingga akhir.

Masih ingat dengan Gerhana Bulan Total di bulan Juni lalu? Apabila gerhana tersebut dimulai pada pukul 01.23 WITA, gerhana nanti akan dimulai lebih awal yaitu pada pukul 19.33 WITA (WIB = WITA – 1 jam, WIT = WITA + 1 jam), sehingga lebih bersahabat dibandingkan jika terjadi pada dinihari. Apalagi terjadinya di malam Minggu, tentunya tidak akan terlalu mengganggu proses belajar para siswa. Perbedaan lainnya adalah gerhana nanti akan terjadi lebih singkat dibandingkan gerhana Juni lalu. Kali ini totalitas gerhana hanya akan berlangsung selama 50 menit saja, bandingkan dengan gerhana yang terjadi pada Juni lalu yang mencapai 100 menit.

Gerhana Bulan 10 Desember 2011 (Sumber: astro.ukho.gov.uk/eclipse/)

Gerhana Bulan 10 Desember 2011 (Sumber: astro.ukho.gov.uk/eclipse/)

Tahapan yang paling menarik pada gerhana Bulan akan terjadi ketika Bulan mulai masuk ke umbra Bumi pada pukul 20.45 WITA. Sedikit demi sedikit Bulan purnama itu akan berubah menjadi Bulan sabit karena sebagian permukaannya menjadi gelap. Lalu sabitnya pun semakin lama semakin kecil/tipis. Dan ketika bayangan gelap umbra sudah mendominasi permukaan Bulan, kita akan melihat bayangan gelap tersebut berganti warna menjadi merah. Akhirnya saat tahapan totalnya terjadi, seluruh permukaan Bulan juga menjadi merah gelap. Tahapan totalitas tersebut akan dimulai pada pukul 22.06 WITA dan berakhir pada pukul 22.57 WITA. Setelah itu warna putih di Bulan akan kembali muncul perlahan hingga akhirnya Bulan menjadi purnama kembali setelah pukul 01.30 WITA.

Warna merah yang terlihat di bagian gelap Bulan tersebut berasal dari sebagian cahaya Matahari yang masih dapat menembus atmosfer Bumi. Kita tahu bahwa cahaya Matahari terdiri dari berbagai warna yang bisa dilihat di sebuah pelangi (terdiri dari mejikuhibiniu). Oleh atmosfer Bumi, seluruh cahaya tersebut tidak ada yang diteruskan kecuali warna merahnya saja dan sedikit dibelokkan sehingga mengenai permukaan Bulan. Penyebabnya adalah karena warna merah memiliki panjang gelombang yang paling panjang.

GBT 16 juni 2011 (Sumber: Planetarium Tenggarong)

GBT 16 juni 2011 (Sumber: Planetarium Tenggarong)

Kini, mari kita persiapkan pengamatannya dari sekarang. Kita harus cari tempat yang memiliki langit timur yang bebas dari halangan pepohonan, rumah, ataupun gedung. Karena saat terjadinya gerhana Bulan akan berada di langit sebelah timur setelah terbit sekitar pukul 18.00 waktu lokal. Fenomena ini tentunya dapat diamati dengan mata telanjang, tetapi wajib hukumnya menggunakan alat bantu seperti binokuler, kamera, atau teleskop jika tersedia di rumah. Terakhir, jangan lupa berharap bahwa cuaca akan cerah sepanjang malam. Selamat melakukan pengamatan! :)

TAMBAHAN:

Berikut ini adalah beberapa lokasi pengamatan gerhana Bulan Sabtu nanti:

  • Jakarta: Planetarium
  • Tenggarong: Planetarium
  • Yogyakarta: Masjid Gedhe Kauman
  • Solo: Ponpes Assalaam
  • Semarang: Masjid Agung Jawa Tengah
Poster Pengamatan Gerhana Bulan Total (Sumber: Facebook)

Poster Pengamatan Gerhana Bulan Total (Sumber: Facebook)

Berikut lokasi-lokasi pengamatan Gerhana Bulan Total yang akan disiarkan melalui streaming:

1. Observatorium Bosscha – Lembang, Bandung
2. LAPAN, Yogyakarta
3. BMKG Kemayoran, Jakarta
4. Universitas Pendidikan Indonesia, Bandung
5. Universitas Mataram, NTB
6. RHI Yogyakarta
7. Univ. Islam Sultan Syarif Kasim, Riau
Sumber: Kominfo

Rabu, 07 Desember 2011

Vesta, Planet atau Asteroid?


Yunanto Wiji Utomo | A. Wisnubrata | Rabu, 7 Desember 2011 | 09:23
NASA Citra belahan selatan Asteroid Vesta yang diambil wahana antariksa Dawn. Tampak formasi Rheasilvia, daerah tumbukan berdiameter 467 kilometer dengan gundukan setinggi 23 kilometer.


SAN FRANSISCO, KOMPAS.com — Citra terbaru asteroid Vesta yang didapatkan oleh wahana antariksa Dawn membuat para ilmuwan bingung. Pasalnya, asteroid tersebut lebih terlihat seperti planet daripada sebuah asteroid.

"Vesta tak terlihat seperti asteroid," kata Vishnu Reddy, ilmuwan dari Max Planck Institute for Solar System, Jerman, seperti dikutip AP, Selasa (6/12/2011).

"Inti besi Vesta menjadikannya spesial dan membuatnya lebih mirip planet batuan daripada asteroid," tutur Carol Raymond, deputi pemimpin investigasi Dawn dari Jet Propulsion Laboratory NASA di Pasadena, kepada Space, Selasa.

Tak seperti asteroid lainnya, permukaan Vesta kaya akan alur, terusan, dan kawah. Reddy juga mengungkapkan bahwa bentuk Vesta lebih menyerupai alpukat, padahal umumnya asteroid menyerupai kentang.

David William dari Arizona State University mengatakan bahwa Vesta adalah transisi antara planet batuan dan asteroid.

Citra terbaru Vesta dipaparkan dalam pertemuan American Geophysical Union di San Fransisco. Penemuan itu merupakan salah satu kejutan yang diberikan wahana Dawn yang menguntit Vesta sejak 2007.

Dalam citra, Vesta juga terlihat berwarna pelangi. Warna tersebut merepresentasikan beragamnya komposisi asteroid raksasa itu. Pada citra juga terdapat bagian hitam di tengah yang sebenarnya hanya akibat posisi Dawn, Matahari, dan Vesta. Permukaan Vesta diketahui mengandung mineral besi pyroxene.

Jadi, apakah Vesta planet atau asteroid? Belum tahu. Namun, jika disebut planet, mungkin hanya planet kerdil.

Yang jelas, Vesta ternyata memiliki banyak kejutan. Berdasarkan hasil pengamatan Dawn, Vesta memiliki gunung setinggi 24 kilometer di sekat kutub selatannya serta jurang sedalam 20 km di belahan utara.

Ilmuwan masih terus meneliti Vesta. Salah satunya adalah ada tidaknya aktivitas vulkanik di salah satu asteroid terbesar di Tata Surya itu.

Sumber :
AP/SPACE.com

Diambil dari Kompas.com