Rabu, 17 November 2010

Bahasa Inggris

KATA MILIK DAN KATA GANTI MILIK

Subyek

Obyek

Kata Milik

Kata Ganti Milik

I

Me

My ….

Mine

You

You

Your …

Yours

We

Us

Our ….

Ours

They

Them

Their ….

Theirs

She

Her

Her ….

Hers

He

Him

His ….

His

It

It

Its ….

Its

Asking for Help

· Will you + V1

· Would you + V1

· Would you mind + V-ing

· Could you + V1

· Can you + V1

Degrees of Comparison

1. Positive Degree → as ….. as

So …. As

Ket. Titik – titik diatas diisi Adj / Adv

Contoh :

  • · Almira is as beautiful as Sifak
  • · Fauziah dances as beautifully as Narariya

Adj → Adv

Slow → Slowly

Beautiful → beautifully

2. Comparative Degree → Than

1. Adj / Adverb + er

Ket. : - 1 suku kata

- 2 suku kata berakhir : y, e, r , o, w

2. More + Adj / Adverb

Ket. : - 2 suku kata / lebih

- berakhiran ly, ful, less.

3. Superlative Degree → The …. of all

1. The Adj/Adverb + est

2. The most + Adj/Adv

LIKE AND DISLIKE

Ø LIKE :

v Like

v Enjoy

v Love

v Keen on

v Pleased

v Happy

v Glad

v Excited

v Delighted

v Attract

v Fond of

Ø DISLIKE :

v Hate

v Fed up with

v Can’t stand

v Can’t bear

v Dislike

Ellyptic

Kalimat positif :

1। …and So ….. S
2. …and S …. Too

Ket. : S = subyek

Titik – titik diisi dengan melihat predikat

Untuk menghafal anda bisa membacanya dengan SoToo, siapa yang tidak mengenal makanan soto?saya yakin pasti anda semua mengenal soto.Maka dari itu disingkat menjadi SoTo.

Ex : Tony works hard and so …. I. (so do I)

Tony works hard and I …. Too. (I do too)

Kalimat negative :

1. …and S …. Not either

2. …and neither …. S

ADMIRATION → kekaguman

Ø Admiration

· Wow

· Hmm

· Admire

What would you say if you admire the beautiful girl?

Adj N

1. What a adj + N ! What a beautiful girl !

An

What a adj + N, S + tobe ! What a beautiful girl, she is !

An N

What a n ! What a girl !

An .

What Adj + N(s/es) !

2. How Adj + S + tobe ! How beautiful she is

How beautiful the girl is !

How + adj How beautiful !

Advertisement (ads)

· Purpose :

o To promote

o To sell product

o To offer goods & services

o To advertise

· Goal

· Objective

v Ciri – ciri :

o Bold typed / big size

o Simple language

o Picture

Procedure

· Purpose :

o Hoe to do something

o How to use something

o How to make something

· Goal / aim

· Objective

v Goal : How to ….

v Ingredients / materials / utensils

v Steps / ways / methode

v In sequence

v In order

v Adverb of sequence : first, second, third, next, then, after that, the last, now,finally.

v V1 (Imperative)

Minggu, 14 November 2010

bahasa Inggris

TAG QUESTION → Pertanyaan tumpangan

Untuk meminta kepastian dari orang lain.

SYARAT :

1. Jika pertanyaan (+) Tag (-) ?.
2. Jika pertanyaan (-) Tag (+) ?
3. Subyek dalam tag selalu dalam bentuk pronoun (kata ganti).
4. Tag (-) selalu dalam bentuk singkatan।
5।
Penentu Tag → lihat predikat

  • Predikat Tag
  1. १। Tobe 1 → Tobe1

    2. Tobe2 Tobe2

    3. V1 Do

    Does

    4. V2 Did

    5. Has Has

    Have + V3 Have

    Had Had

    6. Tobe + V-ing Tobe

    7. Will + V1 Will

    Modals Modals

    Modal 1 : will, can, shall, may, must.

    Modal2 : would, could, should

Kata Negatif :

  1. 1. HARdly

    2. NO……….

    3. NEver

    4. Scarcely

    5. SEldom

    6. Rarely

    Jika disingkat menjadi HARNONESSER. Untuk memudahkan anda dalam menghafalnya.

    Contoh :

    1. Agung dan Johan didn’t work, Did they ?

    2. I am a pilot,aren’t I?

    Saya mempunyai beberapa contoh soal, silahkan bagi anda yang ingin menjawabnya :

    1. She is a nurse, ……. ?

    2. Almira studies hard, …. ?

    3. She has bought a new book, … ?

    4. I will not go to your house, … ?

    5. I am not a student, … ?

    6. Ani never studies had, … ?

    ABILITY (kemampuan)

    · Can

    · Could

    · Be able to

    · Let me

Sabtu, 13 November 2010

ASPEK KETRAMPILAN DALAM BERBAHASA

1. Menyimak / mendengarkan
2. Berbicara
3. Membaca
4. Menulis

CIRI – CIRI PARAGRAF

1. Diawali dengan huruf capital.

2. Kalimat pertama menjorok ke dalam (5 huruf).


MACAM PARAGRAF

1. Deduktif → paragraf yang kalimat utamanya berada di awal alinea.

2. Induktif paragraph yang kalimat utamanya berada di akhir alinea.

3. Campuran / variatif paragraph yang kalimat utamanya berada di awal diulan lagi diakhir atau ditengah alinea.

4. Deskriptif paragraph yang tidak mempunyai kalimat utama karena sudah tersebar di seluruh paragraf.


MACAM KARANGAN

1. Narasi karangan yang betujuan untuk menceritakan suatu pokok persoalan.

2. Deskripsi. Bersifat informative

· Tulisan didasarkan atas hasil pengamatan.

· Pembaca diajak menikmati apa yang telah dinikmati.

3. Argumentasi jenis karangan yang berisi ide / gagsan yang dilengkapi bukti – bukti kesaksian

4. Persuasi karangan yang disampaikan dengan cara – cara tertentu bersifat ringkas.

5. Eksposisi jenis karangan yang bertujuan menerangkan suatu pokok masalah / pikiran yang dapat memperluas pengetahuan।


PERUBAHAN / PERGESERAN MAKNA

  • 1. Meluas / Generalisasi → makna sekarang dirsa lebih luas daripada makna sebelumnya/ dahulu.

Contoh :

Ibu → a. makna dulu : orang tua kandung perempuan.

b. makna sekarang : tidak hanya orang tua kandung perempuan melainkan juga sapaan untuk orang yang lebih tua dan dihormati (wanita) .

  • 2. Menyempit / Spesialisasi → makna sekarang lebih sempit dari makna sebelumnya.

Contoh :

Sarjana → a. Makna dulu : orang yang cerdik, pandai.

b. makna sekarang : lulusan Perguruan Tinggi.

  • 3. Ameliorasi
  • 4. Peyorasi
  • 5. Sinestesia
  • 6. Asosiasi


Fakta → suatu keadaan / peristiwa yang benar – benar terjadi dan dapat dibuktikan kebenarannya.

Opini → tanggapan atau pendapat seseorang tentang sesuatu yang kebenarannya beum tentu terbukti.


Tajuk → artikel yang ditulis redaksi dan ditujukan kepada pembaca.

Surat Pembaca → artikel atau surat yang ditulis untuk pembaca yang ditujukan kepada pembaca ulang.

Afiks ( imbuhan ) :

  • 1. Prefiks ( awalan ) → pe (n),pem-, peny-, peng-, me-, ber-, per-, di-, ke-, pe-.

Contoh :

1. me- (m) + baca = membaca

2. me- ( n ) + cuci = mencuci

3. me- (ny) + sapu = menyapu

4. me- (ng) + goreng = menggoreng

5. me- (nge) + pel = mengepel

6. Pe- (n) → tolong = penolong

7. pe- (m) → baca = pembaca

8. pe- (ng) → asuh = pengasuh

9. pe- (syair) → syair = penyair

  • 2. Sufiks ( akhiran ) → - –kan, -an, -nya

- Asing : -wan, -man, -is, -isme, -wati.

  • 3. Infiks ( sisipan )

- el → patuk + el = pelatuk

Gigi + el = geligi

Tapak + el = telapak

Gepar + el = gelepar

Gombang + el = gelombang

- em → getar + em = gemetar

Guruh + em = gemuruh

Kilau + em = kemilau

Gerlap + em = gemerlap

Turun + em = temurun

Kuning + em = kemuning

- er → suling + er = seruling

Gigi + er = gerigi

Sisipan terletak di huruf kedua.

  • 4. Konfiks ( awalan + akhiran / imbuhan gabung ) :

1. Me – kan, di – kan, me – I, di – i

2. Diper – kan, diper – I, memper – kan, memper – i

Klitika → pengganti orang ketiga tunggal।


Perbedaan “-nya” sebagai klitika & akhiran :

1. Buku miliknya tertinggal disini. ( klitika )

2. Dinginnya malam ini. ( akhiran )


Perbedaan rangkuman dan ikhtisar :

v Rangkuman → tidak perlu mencari ide pokok.

v Ikhtisar →kita mengambil per paragraph mengambil kalimat utama lalu dibuat paragraph।


Citraan puisi berkaitan dengan indra manusia, antara lain :

  1. Indra penglihatan
  2. Indra penciuman
  3. Indra pendengaran
  4. Indra pengecap / perasa
  5. Indra peraba
  6. Asosiasi pikiran
  7. Gerak

HOMONIM → dua kata sama bunyi / lafal, sama tulisan/ ejaan, tetapi beda makna.

Contoh :

1. Bisa → - bisa ular itu berbahaya

- Adik bisa berbicara

2. Bulan → - Bulan November Al berulang tahun.

-Alis matanya seindah bulan sabit.

HOMOFON → dua kata yang sama bunyi / lafal tetapi ejaan dan arti berbeda.

Contoh :

a. – Bang : Bang Johan datang hari ini.

-bank : Uang ku tersimpan di Bank Jatim.

b. –Masa : Di masa pembaharuan ini kita harus bangkit.

-Massa: Massa mendemo pejabat yang korupsi.

HOMOGRAF → dua kata yang sama tulisan / ejaan tetapi bunyi / lafal dan makna berbeda.

Contoh :

a) – Teras : Agung duduk di teras sambil melihat bulan.

-teras : P. Baron adalah pejabat teras di perusahaan itu.

b) – Apel : Apel Fuji sangat manis rasanya.

-apel : Setiap hari Senin selalu diadakan apel pagi.

POLISEMI → satu kata memiliki banyak makna.

Contoh :

v Bersih

1. Hari ini kelas IX D terlihat bersih.

2. Bayi itu terlahir dalam kondisi hati yang bersih.

3. Setelah lolos persidangan dia harus membersihkan namanya yang tercemar.

GAYA BAHASA / MAJAS

1. Perbandingan

a. Personifikasi → majas yang membandingkan benda mati seolah – olah hidup.

Contoh : - penaku menari – nari di atas kertas.

-Padi merunduk member hormat kepada petani.

b. Metafora →majas yang didalamnya terdaat ungkapan.

Contoh : - Raja siang mulai muncul di ufuk timur.

c. Asosiasi / perumpamaan → majas yang didalamnya terdapat kata seperti, ibarat, laksana, baik.

Contoh ; - Si kembar itu bagai pinang dibelah dua.

d. Alegori → majas yang berbentuk cerita.

e. Sarkasme → majas yang didalamnya tedapat kata-kata kasar.

2. Pertentangan

a. Hiperbola majas yang melebih – lebihkan dari keadaan sebenarnya.

Contoh : - melotot mataku melihat uang tumpukan itu.

-Pecah kepalakku mengerjakan soal matematika itu.

b. Litotes → majas yang bertujuan untuk memperhalus atau merendahkan diri.

Contoh ; - Silahkan datang ke gubukku.

-Setetes darah sangat berarti.

c. Ironi → majas yang mengungkakan kebalikan dari keadaan sebenarnya dengan tujuan sbenarnya.

Contoh : - kelasmu bersih sekali. Siapa yang tidak piket?

d. Paradoks →majas pertentangan yang melukiskan sesuatu seolah – olah bertentangan, padahal maksud sesungguhnya tidak karena objeknya berlainan.

Contoh : Hatinya sunyi tinggal di kota Jakarta yang ramai.

e. Antitesis → majas pertentangan yang melukiskan sesuatu dengan mempergunakan kepaduan kata yang berlawanan arti.

Contoh ; besar kecil, tua muda, putra putri, semua menuju lapangan untuk menunaikan shalat idul fitri.

3. Pertautan

a. Metonimia →majas perbandingan yang menggunakan merek dagang atau nama barang untuk melukiskan sesuatu yang dipergunakan atau dikerjakan sehingga kata itu berasosisasi dengan benda keseluruhan.

Contoh : Johan kemarin terbang ke Medan dengan Garuda.

b. Alusio → majas perbandingan dengan mempergunakan ungkapan peribahasa, kata – kata yang artinya diketahui umum.

Contoh : - Ah dia itu tong kosong nyaring bunyinya.

-Rupanya Ahmad makan tangan hari ini hingga membuat iri teman – temannya.

-Kamu jangan sering makan hati orang tuamu.

c. Eufemisme → Majas perbandingan yang melukiskan suatu benda dengan kata – kata yang lebih lembut untuk menggantikan kata –kata lain untuk sopan santun atau tabu = bahasa ( pantang ).

Contoh : - karena melakukan kesalahan, Agung dibebastugaskan dari perusahaannya.Pramuwisma bukan pekerjaan hina.

-orang itu hilang akal.

d. Sinekdok :

1. Pars pro toto → majas sinekdok yang melukiskan sebagian tetapi yang dimaksud seluruhnya.

Contoh : Safa membeli dua ekor ayam.

Belum juga tampak batang hidungnya !

Tiap kepala harus hidup tertib

2. Totem pro parte → majas sinekdok yang melukiskan keseluruhan tetapi yang dimaksud sebagian.

Contoh : Indonesia berhasil mempertahankan piala Thomas.

Aku kehausan aku ingin meminum seteguk air.

Indonesia menang 4 : 1 melawan Singapura.

Warga desa larut dalam pesta rakyat itu.

Perbedaan Alegori dan Alusio

- Alegori → cerita

- Alusio→ sejarah kejadian masa lalu.

Karya sastra → hasil cipta rasa dan karsa manusia yang berwujud seni.

Macam Karya sastra :

1. Puisi
2. Drama
3. Prosa

Puisi :

a. Lama : Pantun, Syair

b. Baru : Hymne, Ode, Biografi, otobiografi


Ciri – ciri pantun :

  • 1. Bersajak / berima a – b – a – b
  • 2. Satu bait terdiri dari 4 baris
  • 3. Terdiri dari 8 - 12 suku kata
  • 4. Baris 1 dan 2 sampiran
  • 5. Baris 3 dan 4 isi

Ciri – cirri Syair :

  • 1. Bersajak a –a – a – a
  • 2. 1 bait terdidri dari 4 baris
  • 3. Tiap baris terdiri dari 8 – 16 suku kata
  • 4. Tidak ada sampiran, semuanya isi
  • 5. Merupakan satu rangkaian cerita

Contoh Syair :

Lakunya manis memberi kasihan (a)

Lalulah berjalan Ken Tambuhan (a)

Diringkan penglipur dengan tadahan (a)

Lemah lembut berjalan perlahan – lahan (a)

Rangkaian / Tahapan dalam sebuah cerita

1. Perkenalan
2. Muncul permasalahan
3. Klimak
4. Peleraian
5. Penyelesaian (resolusi)

Prosa → karangan bebas yang berbentuk cerita.

Macamnya ;

1. Prosa lama :

a. Dongeng :

1. Legenda → Dongeng tentang asal – usul suatu tempat.

Contoh : Asal Mula Kota Banyuwangi, Legenda candi Pari dan Candi Sumur.

2. Mite/mitos → dongeng yang berhubungan dengan kepercayaan masyarakat.

Contoh : Dewi Sri (dipercayai sebagai ratu padi), Nyai Lara Kidul (dipercayai sebagai ratu laut kidul/lautan Indonesia).

3. Fabel → dongeng tentang binatang.

Contoh : Si kancil, Pelanduk Jenaka

4. Sage → dongeng yang mengandung unsure sejarah.

Contoh : Ciung Wanara, Damarwulan, Lutung Kasarung.

5. Dongeng yang lucu

Contoh : Abu Nawas, pak Belalang, Si Kabayan.

2. Prosa Baru :

1. Novel

2. Cerpen

3. Roman → cerita romantic.

4. Komik → cerita bergambar.

5. Biografi → penulis menceritakan riwayat hidup seseorang.

6. Otobiografi → pengarang menceritakan riwayatnya sendiri.

7. Easy/Kritik → karangan yang menceritakan baik buruknya karya sastra.

8. Bibliografi → Riwayat singkat seseorang.

Ciri Prosa lama

  1. Anonim → tidak ada nama pengarang
  2. Bersifat statis → tidak ada perubahan / tetap.
  3. Fantastis → penuh dengan daya khayal
  4. Istana sentris → Isinya identik dengan lingkungan istana।
  5. Tokoh hitam putih → tokoh yang biasanya selalu baik dari awal hingga akhir kisah tetap baik,begitu juga sebalinya.

    6. Menggunakan bahasa Melayu Kuno dan bersifak Klise → selalu meniru ungkapan orang lain.